Video

Video : Lagu Buraq Sendana Sihir Penonton Pesona Cakkuriri 2016

 

 

Majene – “Buraq  Sendana, Buraq Sendana
Tililio naung di Kaeli
Poleo naung, poleo naung
Koqbi-koqbianga kaka u”

Itu kutipan lirik lagu Mandar, Buraq Sendana yang dinyanyikan Ismand (Muis Mandra) grup pada pagelaran budaya, Pesona Cakkuriri 2016, Rabu 3 Agustus 2016 kemarin. Ismand grup tampil dengan musikalisasi puisi dipadukan lagu Buraq Sendana yang diiringi alunan gitar.

Ismand Grup terdiri dari dua gitaris, Icong dan Marwan dan puisi dibacakan Rara Noviana Sari TM Mandra dan vokalis adalah Rosita Isnawaty Putri TM Mandar. Rara dan Rosita itu kakak adik. Putri dari Opy MR dan Rosmini HA Saleh.

Perpaduan suara gitar, puisi dan lagu Buraq Sendana menjadi magnet bagi penonton. Penonton yang sepanjang acara berteduh karena panas terik matahari, langsung berkumpul di depan panggung untuk menyaksikan penampilan Ismand Grup dari dekat.

Suara merdu rosita membuat penonton terdiam. Fotografer dan videografer tidak pernah sedikitpun mengalihkan bidikan kameranya.

Penonton yang punya handphone yang didukung kamera juga tidak mau ketinggalan. Mereka mengabadikan dua putri kakak beradik tersebut. Bahkan, salah satu penonton yang berasal dari luar Kecamatan Sendana merinding saat mendengar suara Rosita menyanyikan lagu legendaris tersebut.

“Luar biasa suaranya itu anak. Merdu sekali. Sampai bulu kuduk saya berdiri,” kata Parman.

Ia berharap, pemerintah setempat tidak menyianyiakan potensi siswa SMAN 1 Sendana tersebut. Bisa dimanfaatkan untuk promosi budaya dan memperkenalkan lagu daerah Mandar.

“Butuh difaslitasi pemerintah untuk promosi lagu daerah. Bisa dijadikan untuk promosikan lagu Mandar. Apalagi ini lagu Buraq Sendana sangat tinggi nilai filosofisnya,” harap Parman.

Lagu Buraq Sendana menceritakan tentang hubungan antara suku Mandar dengan suku Kaeli di Sulawesi Tengah. Ada perbedaan pendapat tentang siapa pencipta lagu tersebut. Ada juga perbedaan lirik lagu.

Pada kaset lagu Buraq Sendana yang beredar di pasaran, ditulis pencipta lagu tersebut adalah Syaiful Sinrang. Tapi menurut salah satu warga Sendana, Opi MR, pencipta lagu tersebut tidak diketahui karena lagu tersebut sudah ada sejak zaman tradisional.

“Satu hal yang paling perlu dikoreksi pada lagu ini adalah tentang penciptanya, yang banyak kita temukan dikaset atw CD. Lagu ini adalah lagu legenda yang sudah ada sejak zaman tradisional. Seharusnya penciptanya ditulis dengan inisial NN karena sudah tidak diketahui penciptanya. Kalau ada pencipta lagu yg mengakui lagu ini sebagai ciptaannya, itu sangat mustahil apalagi kalau lahir tahun 1940 an keatas,” kata Opy MR. (Irwan)

Facebook Comments

Leave a Comment

Close