Pertanian

Pemuda Mateng Didorong Jadi Petani Ramah Lingkungan

petani-ramah-lingkungan

Mateng, mandarnews.com – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bekerjasama Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Generasi Muda Desa Nusantara (Gema Desantara) terus mendorong para pemuda di Indonesia untuk menjadi pelopor pertanian ramah lingkungan, dalam hal ini jadi petani organik.

Program yang dikemas dalam bentuk pelatihan dengan peserta para pemuda desa ini telah berjalan Sejak bulan Nopember 2017 dan ditargetkan selesai pertengahan Bulan Desember 2017 mendatang.

Kali ini, Kemenpora RI dan Generasi Muda Desa Nusantara (Gema Desantara) melaksanakan pelatihan di Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Desember 2017 ini di ikuti oleh sebanyak 50 orang peserta yang terdiri dari pemuda perwakilan desa yang tersebar di Kabupaten Mamuju Tengah

Ketua Umum DKN Gema Desantara, Jaelani dalam sambutannya menegaskan beberapa point penting mengapa pemuda yang menjadi sasaran dalam program pelatihan ini, sebab saat ini pemuda mengalami kemunduran yang sangat signifikan dalam mengambil profesi sebagai Petani.

“Padahal negara kita merupakan negara agraris, bisa dipastikan jika tidak melakukan antisipasi dari awal maka kedepan Indonesia mengalami krisis pangan yang luar biasa.” ungkap Jaelani.

Oleh karena itu, lanjut Jaelani, melalui pelatihan kepeloporan pemuda tani ini, pihaknya berharap kedepan pasca pelatihan para alumni pelatihan bisa memulai kerja-kerja pertanian organik atau alami di lahan masing-masing. Sambil melakukan advokasi sekaligus Pendampingan kepada petani sekitar agar ikut bertani secara organik.

Dalam pelatihan kali ini, peserta juga dibekali dengan pengetahuan Community Organizer (CO) sehingga kedepan proses pendampingan di lapangan bisa berjalan sebagai salah satu output dari pelatihan.

Jasman selaku Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mamuju tengah yang turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini meminta kepada semua peserta agar serius dalam mengikuti pelatihan. Mengingat betapa pentingnya materi yang akan disajikan selama proses pelatihan.

Sementara itu Perwakilan Kemenpora RI, Sopty Poppiyati selaku Kabid Kepeloporan Pemuda menegaskan Bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan Pengetahuan kaum muda dalam bidang pertanian organik. “Yang terpenting adalah mewujudkan kesadaran generasi muda untuk menjaga dan mengelola tanahnya sendiri sehingga bermanfaat.

Pemuda harus menjadi pelopor pertanian di daerahnya masing-masing. Sehingga program ini bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan negara.” harap Sopty.(Irwan Fals)

Facebook Comments

Leave a Comment

Close