News

Ganti Untung Saluran Irigasi Bendungan Kayuangin Dibayarkan

Majene, mandarnews.com – Pemilik lahan warga Desa Lombong Timur dan Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) menerima Pembayaran Ganti Untung Jaringan Irigasi Bendungan Kayuangin di Aula Kantor Kecamatan Malunda, Selasa 9 Januari 2018.

Agus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa Wilayah II Sulbar saat memberikan sambutan mengatakan, sebanyak 94 bidang yang akan diselesaikan.

“Jadi mungkin total pemiliknya kurang lebih 80 sekian orang. Karena ada beberapa orang yang memiliki lebih dari satu bidang,” ungkap Agus.

Dia juga menyampaikan, proyek irigasi yang berada di daerah Malunda adalah proyek multi years.

“Jadi anggarannya dua tahun. Untuk tahun 2018 ini masih terdapat lagi kurang lebih 7,5 hektare yang akan kita bebaskan. Insya Allah tahun 2018 ini kita akan selesaikan (proyek irigasi) mudah- mudahan bisa berfungsi dengan baik sesuai dengan harapan kita semuanya,” katanya.

Untuk pengadaan tanah pada tahun 2017, seperti jaringan irigasi primer kiri, jaringan sekunder kiri, dan jaringan primer kanan, total kebutuahan lahan sebanyak 5 hektare dengan anggaran Rp 5,4 miliar. Namun pihak PPK enggan memperlihatkan data penerima pembebasan lahan tersebut.

“Belum bisa dikasi,” ujar Agus usai acara.

Sementara itu, Bupati Majene Fahmi Massiara mengungkapkan, rencana pembangunan tersebut sangat berdampak baik khususnya di daerah Malunda di dalam istensifikasi lahan pertanian.

“Jadi volume yang bisa dijangkau oleh bendungan ini masih sangat jauh besar sawah yang ada sekarang. Kalau sawah yang akan dialiri belum seberapa, prospek ke depan akan bisa lagi ada percetakan sawah baru,” tutur Fahmi ketika menyampaikan sambutan.

Fahmi melanjutkan, besaran daripada nilai ganti untung tidak bakal merugikan para pemilik lahan.

“Makanya di suratnya bukan ganti rugi, tapi ganti untung,” imbuhnya.

Dia juga menyampaikan, ucapan terima kasih kepada pemilik lahan atas kesiapannya dan sikap yang diberikan dengan tidak menghalangi daripada pembangunan tersebut.

“Terserah kalau diterima uangnya apakah mau beli sawah baru atau seperti apa. Mudah-mudahan apa yang diterima ini bisa menjadi nilai berkah untuk semuanya,” pungkas Fahmi.(Busriadi)

Facebook Comments

Leave a Comment

Close