News

SMK Negeri 1 Majene kembali dipercaya Kemenpar Jadi TUK

Acara Pembukaan Ujian Kompetensi SMK Kepariwisataan di LPMP Sulbar

Majene, mandarnews.com – Kegiatan Uji Kompetensi yang dilaksanakan 8 – 9 Agustus ini diikuti oleh 3 SMK yang ada di Sulawesi Barat. Ujian ini diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata. Adapun Asessor penguji didatangkan dari LSP Pariwisata Mahamu Mandiri Balikpapan.

Pembukaan kegiatan itu sendiri dilaksanakan di LPMP Sulawesi Barat. Acara pembukaan dihadiri Sekeretaris Dinas Pariwisata Kab.Majene, Aris Munandar, yang sekaligus membuka kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kepala Bidang PMPTK Ketenegakerjaan, Nurdin, dan Asessor dari LSP Mahamu Mandiri Andi Hidayat dan Khairil Anwar, serta Direktur LSP Mahamu Mandiri, Murad, M.A.Par.

Selain itu hadir juga KepalaSMK 1 Bambalamotu Parenrengi, S.Pd, Kepala SMK Negeri 2 Polewali, Hj.Halapah, A.MPd, serta kepala SMK Negeri 1 Majene, Drs. Sudarfiana. Ketiga Kepala Sekolah ini hadir karena ketiga SMK yang menjadi tanggungjawab mereka turut menjadi peserta uji kompetensi.

Salah seorang asessor memeriksa pekerjaan peserta ujian

Jumlah peserta Uji kompetensi ini berjumlah 68 orang terdiri dari dua jurusan, yakni Jasa Boga dan Akomodasi Perhotelan. Karena skema Ujian yang dilaksanakan Kementrian Pariwisata ini memang ada dua Skema yakni Skema Ujian Kompetensi Jasa Boga dan Skema Ujian Akomodasi Perhotelan.

Dengan rincian: SMK Negeri 1 Majene mengikutsertakan :3 Alumni Akomodasi perhotelan, 3 orang kelas XII, dan 11 siswa Tata Boga kelas XII; Dari SMK Negeri 2 Bambalamotu mengikutkan 28 Siswa kelas XII Akomodasi perhotelan dan satu Alumni; sedangkan SMK Negeri2 Polewali mengikutkan 4 Siswa kelas XII dari jurusan Jasa Boga dan 5 orang dari Jurusan Akomodasi Perhotelan.

Menurut Andi Hidayat, salah satu Asessor dari LSP Mahamu MandiriUjian Kompetensi ini bertujuan untuk mendapatkan sertifikat Profesi. Sertifikat akan diperoleh apabila peserta dinyatakan kompeten dalam ujian ini.

Sertifikat ini bertaraf Asean, yang artinya Siswa dapat menggunakan sertifikat tersebut untuk melamar pekerjaan dimanapun di negara-negara Asean.

SMK Negeri 1 Majene menjadi tempat Uji Kompetensi karena setelah dilakukan verifikasi sekolah ini dianggap memadai dalam pelaksanaan Ujian Kompetensi. Dan bagi SMK Negeri 1 Majene, penyelenggaraan Uji Kompetensi yang diadakan Kementrian Pariwisata ini sudah yang keduakalinya.

Yang pertama berlangsung dua tahun lalu, diikuti oleh dua SMK. Yakni SMK Negeri 1 sendiri, dan SMK Negeri 2 Polewali.

Dari pantauan Mandarnews peserta Ujian nampak sangat serius mengikuti ujian ini. Menurut Nurfadilah, salah satu peserta Ujian, alumni Akomodasi Perhotelan SMK Negeri 1 Majene, mengaku merasa sangat beruntung karena bisa mengikuti Ujian ini. Ia berharap bisa lulus ujian ini sehingga bisa mendapat pengakuan berupa sertifikat yang kelak dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaaan sebagai karyawan di bidang perhotelan.

Senada dengan Nurfadilah, Muh. Alwi Al Qadri yang juga salah satu alumni SMK Negeri 1 Majene, ia bercita-cita bekerja di luar negeri.

“Minimal di Malaysia. Jadi sertifikat ini saya bisa gunakan untuk melamar pekerjaan di sana,” ujarnya optimis.

Harapan ini diaminkan Azhar, SE yang sudah menjadi tenaga pengajar di jurusan perhotelan SMK Negeri 1 Majene. Ia berharap anak didiknya bisa mewujudkan cita2 dan harapan mereka untuk bekerja sesuai bidang yang digelutinya selama sekolah.(zukhrinab)

Facebook Comments

Leave a Comment

Close