News

Tradisi Beli Peralatan Dapur di 10 Muharram

Pembeli memadati salah satu toko perabotan. Membeli perabotan rumah tangga menjadi tradisi masyarakat Majene di tanggal 10 Muharram

 Majene, mandarnews.com – Memeringati tanggal 10 Muharram, warga Kabupaten Majene antusias melakukan tradisi yang telah berlangsung sejak dulu, yaitu membeli perabotan dapur atau alat rumah tangga lainnya.

Hal tersebut dapat dilihat di Pasar Sentral Majene, dimana hampir semua tempat atau toko perabotan rumah tangga, seperti alat dapur dan alat memasak dipenuhi oleh masyarakat yang ingin membeli.

Alhasil, tradisi 10 Muharram ini pun menjadi berkah tersendiri bagi penjual perabotan rumah tangga.

Menurut salah seorang penjual, Papa Arul, pendapatannya di tanggal 10 Muharram jauh berbeda  dibanding hari-hari biasa.

Papa Arul mengaku, di hari biasa, keuntungan yang didapat hanya sekitar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta. Namun, lewat tradisi 10 Muharram, ia bisa meraup keuntungan hingga Rp 2 juta per harinya, bahkan bisa lebih.

“Bisa dibilang bagi kami ini, menjadi keberkahan tersendiri di 10 Muharram. Alasannya karena pendapatan yang kami peroleh bisa mencapai keuntungan dua kali lipat,” ucap Papa Arul, Selasa (10/9/2019).

Ia berharap, tradisi di 10 Muharram bisa terus berjalan meskipun berada di tengah perkembangan zaman.

Selain penjual perabotan, keberkahan 10 Muharram juga dirasakan oleh penjual lainnya, seperti penjual kacang hijau dan gula merah.

Pasalnya, di malam 10 Muharram biasanya masyarakat mambaca-baca (mendoakan) dengan membawa makanan ke masjid setempat.

Makanan yang dibawa adalah bubur kacang hijau tujuh rupa berupa campuran dari tujuh bahan, seperti kacang hijau,  beras ketan hitam, beras ketan merah, jagung, pisang, ubi jalar, labu, atau campuran lainnya.

Di samping itu, ada juga tradisi massapu-sapu ulu atau mengusap kepala yang dilakukan oleh orang tua yang ingin berbagi, yakni dengan mengisi amplop dengan uang kemudian dibagikan sambil mengusap kepala anak yatim piatu. Biasanya, tradisi ini dilaksanakan di masjid atau mendatangi langsung rumah anak yatim piatu tersebut. (Putra)

Editor: Ilma Amelia

Leave a Comment

Close