Laporan

Indonesia Masih Ribut Soal Kartu, Malaysia Sudah Tinggalkan Kartu

Saya gunakan Smart Tag membuka portal tol

Saya ingat persis saat pengenalan kartu tol di Indonesia – tahun 2017-, muncul banyak penolakan bahkan sampai sekarang masih ada yang enggan menggunakan. Padahal, salah satu manfaat penggunaan kartu tol adalah untuk kelancaran arus lalu lintas dan tentu juga untuk mencegah pungli.

Kartu

Laporan Rizaldy dari Malaysia

Dengan menggunakan kartu tol, antrian mobil di gerbang tol bisa lebih cepat terurai dibandingkan dengan pembayaran cash/tunai. Sebab pengendara yang menggunakan kartu tak lagi harus menunggu uang kembalian jika tak membayar dengan uang pas. Anda tinggal pakai kartu dan termpelkan ke scanner maka anda sudah bisa melewati gerbang tol (touch n go). Siapkan uang pas, cukup repot juga kan ?

Kalau kebetulan petugas penjaga gerbang tol tak miliki uang kembalian (uang kecil) mau tak mau pengguna jalan tol harus merelakan kelebihan pembayarannya. Tak sedikit juga orang menggerutu soal ini. Padahal, di gerbang tol tertulis “Siapkan Uang Pas.”

Meski banyak penolakan, Presiden Jokowi tetap optimistis melanjutkan penggunaan kartu yang sudah lazim disebut kartu e-toll.

“”E-toll apa sih? Kita kan ingin memperbaiki pelayanan, ingin memperlancar di pintu-pintu tol itu supaya cepat, dan ikuti zamanlah. Negara lain semuanya sudah pakai masa kita masih cash?” kata Presiden Jokowi kala itu.

Akhirnya, secara bertahap, penggunaan e-toll mulai diterapkan sejak 2017. Di Makassar, seluruh gerbang tol sudah tidak ada lagi pembayaran tunai. Meski masih banyak juga yang enggan menggunakannya. Sehingga mengganggu sesama pengguna tol lainnya sebab tertahan beberapa saat sampai bisa lolos dari gerbang tol. Caranya lolos, yah harus memiliki kartu e-tol. Ada yang meminjam kepada sesama pengguna tol. Hehe..kalau dipinjami ya mesti sujud syukur karena ada juga yang kapok memberi pinjam. Ada yang tak mau memberi pinjam karena ada kejadian si peminjam membawa lari kartu yang dipinjamnya.

Makassar yang kujadikan sampel karena saya lebih banyak menggunakan jalan tol di Makassar.

Makassar Tertinggal Dua Tingkatan Teknologi E-Toll

Soal teknologi kartu tol, saya membandingkan penggunaan kartu tol di Makassar dengan di Malaysia. Alasannya : Pertama, Makassar salah satu kota terbesar kedua di Indonesia; Kedua, Saya banyak menggunakan tol di Makassar; dan ketiga : saat ini saya berada di Kuala Lumpur Malaysia.

Leave a Comment

Close