News

Proyek Tani Rusak Jalan Poros Mehalaan-Sika

Warga tengah mencoba melewati jalan poros Mehalaan-Sika yang menjelma jadi kubangan lumpur tiap hujan

Mamasa, mandarnews.com – Dampak dari hujan yang terus-menerus mengakibatkan ruas jalan poros Sika-Mehalaan yang terletak di Salulambu Desa Salukonta, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa menjadi kumbangan lumpur.

Padahal, akses tersebut merupakan pintu utama masyarakat menuju ibu kota Kecamatan Mehalaan. Dengan kondisi jalan yang nyaris terputus pun membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Hasil pengamatan media, setiap warga yang melintas mengeluh akibat kondisi jalan yang berlumpur sehingga menyulitkan roda dua dan roda empat melintas tanpa bantuan orang lain.

Kondisi jalan yang rusak parah ini bukan karena faktor alam semata, namun akibat perintisan jalan tani milik Dinas Pertanian dan Holtikultura Mamasa.

Pasalnya, perintisan jalan tani itu berada tepat di atas jalan poros. Galian tanahnya menimbun ruas jalan hingga menjadi lumpur di kala hujan datang.

Kondisi yang memprihatinkan ini seolah-olah ada unsur kesengajaan dari pekerja jalan tani milik Dinas Pertanian dan Holtikultura Mamasa lantaran tidak membersihkan galian tanah yang menutup ruas jalan poros usai pekerjaan.

“Seharusnya, setelah pekerjaan tani itu selesai, dibersihkan tanah yang menutup jalan supaya tidak jadi kendala bagi warga,” ucap salah seorang warga Desa Leko, Ivan, saat dikonfirmasi via Whatsapp, Senin (13/1/2020).

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Mamasa, Ir. Mambu mengatakan, tidak begitu memahami proyek perintisan jalan tani itu. Namun, ia membenarkan jika pekerjaan tersebut adalah milik Dinas Pertanian dan Holtikultura.

“Hal itu merupakan kelalaian sepenuhnya oleh pihak konsultan dan pengawas yang tidak memperhatikan dampak lingkungan di sekitar lokasi pekerjaan,” ujar Ir. Mambu

Ia menyampaikan, secepat mungkin akan memanggil konsultan dan pengawas untuk bertanggung jawab atas ulahnya yang membuat masyarakat resah.

“Hanya saya tidak tahu siapa konsultan dan pengawasnya. Yang lebih paham itu pekerjaan adalah Kepala Bidang tapi sedang tidak berada di tempat, dia ke lokasi meninjau pekerjaan,” tutup Ir. Mambu. (Hapri Nelpan)

Editor: Ilma Amelia

Facebook Comments

Leave a Comment

Close
%d bloggers like this: