Sosial Ekobis

Harga Gula Pasir Melambung Tinggi

gula pasir

Foto: Putra

Majene, mandarnews.com – Harga gula pasir di Pasar Sentral Majene melambung tinggi. Harga gula pasir yang naik signifikan tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat hampir bersamaan dengan merebaknya kasus virus corona di Indonesia.

Menurut salah satu penjual gula pasir yang ada di pasar sentral yang berada di Lingkungan Pakkola, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene
itu, harga gula pasir melambung tinggi bermula sejak 1 Bulan lebih.

“Jadi hampir itu bersamaan dengan panas-panasnya corona. Ada kaitannya itu nah ?” kata Mariana (36), kepada Mandar News, Senin (23/3).

Mariana mengaku tidak tahu pasti mengapa harga gula pasir jadi naik sekali dan hampir bersamaan dengan panas-panasnya isu corona.

Ia menjelaskan, harga gula pasir sewaktu normal untuk perliterny Rp. 12.000 perliter. Namun, setelah isu corona muncul yakni sekitar satu bulan lalu harga gula pasir merangkak naik. Dimulai Rp. 15.000 perliter, lalu Rp. 16.500 perliter, dan sekarang sudah tembus Rp. 17.000 perliter.

“Jadi tidak secara langsung, tetapi naik sedikit demi sedikit. Ada yang menaikan Rp. 1.000, Rp. 1.500 sampai Rp. 2.000 secara langsung sampai akhirnya naik menjadi Rp17ribu. Jadi kemungkinan yang terlambat ambil barang itu (dari suplier) yang kasih naik sekali karena mungkin sudah harga naik memang yang diperoleh,” jelas Mariana.

Mariana sendiri sewaktu mengambil gula pasir terakhir, yakni sekitar kurang lebih 2 Minggu lalu, harga gula pasir perkarungnya sudah mencapai Rp. 930.000 baik kualitas rendah atau tinggi sudah rata demikian. Dan sebelum naik harga biasanya hanya sekitar Rp.830.000 – Rp850.000 perkarungnya.

Dia membeberkan bahwa sebenarnya bukan hanya gula pasir yang naik harga. Tetapi hampir semuanya barang-barang naik, mulai dari plastik sampai bahan-bahan pokok makanan. Seperti telur yang dulunya satu rak itu sekitar Rp39ribu, sekarang sudah tembus Rp42ribu.

“Jadi hampir semuanya naik hanya saja naik Rp 2 ribu atau Rp2.500 saja. Berbeda dengan gula yang melambung tinggi. Cuma tepung terigu yang harganya masih normal,” tutup Mariana.

Sementara salah satu penjual lainnya, Aril (35) yang dikonfirmasi di hari yang sama menyampaikan hal yang sama pula bahwa harga gula pasir sedang melambung tinggi.

Aril juga menyampaikan, hampir memang harga semua bahan pokok naik. Namun, yang paling menonjol adalah gula pasir dan beras ketan.

Kata Aril, dulu sewaktu harga beras ketan itu normal harga distributornya hanya sekitar Rp.380.000 perkarung. Namun, semenjak banyaknya isu tentang corona, harga perkarungnya pun sudah tembus Rp.400.000 perkarung.

Sama halnya Mariana, Aril juga mengaku tidak tahu jelas mengapa hampir semua harga bahan-bahan pokok mengalami kenaikan. Namun Ia mendengar penjelasan distributor bahwa harga gula pasir menjadi tinggi karena bahan campuran gula itu berada di China dan saat ini China melakukan Lock Down.

“Jadi memang, bahan-bahan dasar gula itu ada di sini di Indonesia. Tetapi yang saya dengar dari distrbutor itu atau dari Kampas bahwa bahan campuran-campurannya itu adalah bahan impor (dari China). Jadi kan tidak bisaki lagi ambil barang dulu dari China karena natutupmi karena ada virus corona. Jadi mungkin itumi penyebabnya karena hampir bersamaan saat puncaknya isu corona,” jelas Aril.

Aril biasanya mengambil produk gula pasir dari distributor Makassar.

“Jadi di bagian Makassar ji itu kebanyakan ambil orang. Karena disana ji biasa tempat produksinya, seperti di Bosowa,” jelasnya.

Selain gula pasir dan beras ketan, masih ada lagi komoditi yang cukup menonjol kenaikan harganya, yakni bawang putih.

“Jadi bawang putih itu juga naik sekali. Karena memang produksinya dari China,” terang Aril.

Aril memprediksi, kemungkinan harga gula pasir dan bahan-bahan pokok makanan lainnya akan terus meningkat sampai Bulan Puasa.

“Dan harga gula pasir perkarungnya kemungkinan tembus satu juta rupiah,” tutupnya.

Seorang pengunjung di Pasar Sentral Majene, Rahma atau Amma Illang (43) warga di Lipu, mengatakan, seharusnya saat ini Pemerintah melakukan atau mencarikan solusi terkait naiknya beberapa harga bahan-bahan pokok makanan.

“Saya tidak tahu jelas bahwa gula pasir sudah mencapai segitu (Rp17ribu) karena terakhir saya membeli masih Rp.16.000 perliter. Tetapi yang jelas memang, harga bahan-bahan pokok itu pada naik. Meski demikian, tetapi kita akan tetap membeli karena itu memang menjadi keperluan kita.”

“Intinya kami disini berharap agar Pemkab. Majene mencarikan solusi terkait ini semua. Apalagi saat ini, yang saya dengar-dengar bahwa aktivitas diluar harus dibatasi, sedangkan kita harus selalu beraktivitas diluar karena memang saya yang ditunjuk bos saya untuk selalu keluar belanja jika ada keperluan dapur,” tutup Rahma. (Putra)

Facebook Comments

Leave a Comment

Close
%d bloggers like this: