News

Ado Mas’ud Minta Pemkab Mamuju Buat Tempat Darurat untuk Isolasi Khusus Covid-19

Ado Mas'ud minta pemkab mamuju

Mamuju, mandarnews.com – Antisipasi penanggulangan wabah virus corona (covid-19) telah di tempuh, pemerintah provinsi dan sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat telah melakukan antisipasi dini.

Sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju diminta lebih sigap dengan mempersiapkan posko dan ruangan khusus untuk menjadi rujukan pasien yang berasal dari puskesmas pada 11 kecamatan di Kabupaten Mamuju.

Anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Ado Mas’ud mendorong Pemerintah Kabupaten Mamuju menyiapkan tempat, peralatan dan tenaga medis yang memadai sehingga antisipasi dini bisa dilakukan maksimal.

“Saya mendorong Pemkab Mamuju menyiapkan tempat isolasi sebagai alternatif rujukan selain dari rumah sakit regional Sulawesi Barat. Selain itu perlu disiapkan juga peralatan dan tenaga medis yang memadai, kalau perlu direkrut lagi tenaga kontrak yang pernah diputus dulu,” pungkasnya.

Anggota DPRD yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mamuju itu mengajak Pemkab Mamuju bersama-sama dengan DPRD Mamuju untuk membahas terkait rekomendasi tempat yang bisa digunakan.

“Mari kita bersama-sama membahas dimana tempat atau gedung apa yang akan digunakan, apakah akan di buka di gedung DPRD Mamuju atau ada tempat lain, ini tidak bisa menunggu lagi,” lanjut Ado kepada mandarnews, Selasa (25/03) malam.

Meski di Mamuju memiliki RSUD tetapi, Ado mengatakan jika pasien biasa dan pasien covid-19 harus dipisahkan gedung dan tempat perawatannya, sehingga tenaga medis bisa lebih aman dan masyarakat yang sakit di RSUD juga bisa terlindungi.

“Pasien Covid-19 seharusnya di pisahkan dari pasien biasa, gedung saya rasa banyak alternatif seperti gedung pemuda atau tempat lainnya,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPRD Mamuju itu juga menyarankan Pemerintah Kabupaten Mamuju untuk meniadakan sementara aktivitas Pegawai Negeri Sipil (PNS) tapi tetap bekerja di rumah sesuai anjuran Pemerintah Pusat.

“Saat ini PNS masih beraktivitas biasa, na kasihan mereka, juga punya keluarga tentu punya kekuatiran juga, untuk itu sekiranya pemkab harus bisa mengambil sikap, alternatifnya ya pekerjaan bisa dari rumah saja, bisa 14 hari atau lebih,” tuturnya.

Langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Mamuju sebagai langkah awal adalah penyemprotan desinfektan, pembagian masker, dan himbauan yang bersifat umum terkait pelarangan melakukan aktivitas yang menimbulkan keramaian.

“Langkah kita bersama untuk mencegah penularan wabah cirus corona (covid-19) merupakan hal yang sangat di perlukan, sehingga kedepan daerah Kita tercinta tetap terhindar dari ancaman Corona Virus,” tutup Ado.

Reporter: Sugiarto

Facebook Comments

Leave a Comment

Close
%d bloggers like this: