Polhukam

Perdana, Pengadilan Negeri Laksanakan Sidang Online

sidang online

Sidang online secara telekonferensi di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri Majene. Rabu, 1 April 2020. Foto: Putra

Majene, mandarnews.com – Pertama kali Pengadilan Negeri Majene, melaksanakan sidang online, Rabu (1/4). Sidang online digelar dalam rangka menghindari penyebaran virus corona (covid-19).

Sidang online tersebut dilakukan dengan telekonferensi diikuti oleh Pengadilan Negeri Majene, Kejaksaan Negeri Majene dan Rutan Kelas IIB Majene.

Menurut salah satu Hakim Pengadilan Negeri Majene, Nona Vivi Sri Dewi, SH sidang online tersebut dilaksanakan merupakan bentuk tindak lanjut dari Surat Edaran dari Bupati Majene, terkait dengan perlunya melakukan antisipasi dan pencegahan peluasan penularan Covid – 19, dengan cara meminimalisir adanya kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak serta sekaligus menjalankan sosial distancing.

Selain itu, kata Nona Vivi, sidang online dilaksankan juga karena sesuai dengan arahan Mahkamah Agung melalui surat edaran (SE) tentang pedoman pelaksanaan tugas, selama masa penyebaran Covid – 19, surat edaran dari Kemenkumham serta surat edaran dari Kejaksaan Negeri.

Ia membeberkan, surat edaran dari MA diterima pada tanggal 23 Maret. Sementara, surat edaran dari Kejaksaan yang meminta melaksanakan rapat online secara telekonferensi bersamaan dengan Kemenkumham diterima pada 26 Maret 2020.

“Jadi awalnya itu ada sidang 26 Maret, namun ditunda karena adanya himbauan dari Surat Edaran Bupati untuk meminimalisir proses kegiatan yang melibatkan banyak orang dan meminta untuk sosial distancing. Dan hari itu juga, keluar surat dari Kejaksaan Negeri meminta untuk melakukan sidang online, dengan cara telekonferensi, sehingga baru bisa dilaksanakan hari ini.”

“Jadi kita melaksanakan sidang itu, Pengadilan Negeri melakukan di Ruang sidang Cakra di Kantor sendiri, Kejaksaan Negeri melakukan sidang di Kantornya, Rutan pun demikian melakukan sidang disana,” jelasnya.

Sidang online perdana ini dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Majene. Ada 12 terdakwa yang disidang. Satu perkara ada dua terdakwa. Ada pemeriksaan saksi, pledoi dan ada dua putusan.

Sidang lanjutan akan dilaksanakan pada 8 April 2020 mendatang. Namun Nona Vivi belum bisa memastikan apakah sidangnya tetap menggunakan metode online atau sidang seperti biasanya.

“Tergantung dari situasi, jika memang situasi pada tanggal 8 April tidak memungkinan, maka kemungkinan akan melaksanakan sidang online,” jelasnya.

Menurutnya, kelebihan sidang online dalam kondisi seperti ini, dapat melakukan antisipasi pencegahan penularan C – 19. Sementara yang menjadi penghambat dalam proses sidang online berjalan adalah jaringan yang terkadang putus-putus atau rusak.

“Jadi ketika sidang berjalan, biasa tiba-tiba saja ada iklan. Iklan dalam artian mati karena rusaknya jaringan. Meski demikian namun sidang berjalan lancar,” tutup Vivi dengan berkelakar. (putra)

Facebook Comments

Leave a Comment

Close
%d bloggers like this: