News

Usai Diterjang Banjir dan Longsor, Polman Bangkit Serta Berbenah

Peninjauan lokasi yang dilakukan Bupati Polman AIM dan pihak terkait di Kecamatan Tapango, Polman, Kamis (14/1). 

Polman, mandarnews.com – Usai diterjang banjir dan tanah longsor akibat tingginya curah hujan beberapa hari belakangan serta meluapnya sungai di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Pemerintah Polman yang dipimpin langsung Bupatinya, Andi Ibrahim Masdar (AIM) kini mulai bangkit melakukan pembersihan dan berbenah.

Banjir dan tanah longsor terjadi pada hari Rabu (13/1), sekitar pukul.17.00 Wita di dua desa, yaitu Desa Kalimbua dan Desa Riso Kecamatan Tapango, Polman.

Kamis pagi (14/1), AIM bersama tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, anggota Tentara Nasional Indonesia-Kepolisian Republik Indonesia (TNI- Polri), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), Palang Merah Indonesia (PMI), Karang Taruna, dan Pemerintah Kecamatan Tapango turun langsung mengikuti aksi tanggap bencana di lokasi bencana banjir dan longsor dengan melakukan pembersihan.

Tim bersama masyarakat gotong royong membersihkan sisa banjir dan longsoran yang menutupi badan jalan. Pemkab menurunkan dua armada alat berat untuk penanganan material longsor.

“Kita bersama Dandim, Brimob, dan elemen masyarakat desa melakukan pembersihan sisa banjir hari ini. Di sini ada 5 rumah rusak total dan 1 unit terkena dampak. Kita rencanakan bangun rumah warga yang rusak ini, kita tunggu akses kembali normal untuk kemudian bersama-sama melakukan perbaikan rumah karena untuk relokasi kita masih bicarakan baik-baik karena daerah desa ini tidak ada tempat datar,” ujar AIM.

Lebih lanjut AIM menyebutkan, bantuan bahan logistik dari Pemkab Polman disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat. Petugas pun menginventarisasi dokumen penduduk yang rusak untuk kemudian dikoordinasi ke dinas terkait.

Pemerintah mendistribusikan bantuan rehabilitasi rumah rusak sebanyak Rp10 juta untuk setiap kepala keluarga korban bencana di Kecamatan Tapango.

Melalaui Dinas Kesehatan, bantuan pangan dan obat-obatan berupa susu ibu hamil dan bayi serta masker tersalurkan. Paket mie instan disalurkan pula komunitas masyarakat dan diberikan langsung kepada masyarakat Desa Kalimbua.

Andi Afandi Rahman, Kepala BPBD Polman menyebut, empat hari hujan secara berturut turut menyebabkan air meluap dan terjadi longsor. Namun demikian, pihaknya sedang melaksanakan identifikasi faktor penyebab yang menimbulkan banjir dan longsor bersama pemerintah desa setempat.

“Sementara kita identifikasi penyebab longsor dengan pemerintah desa, namun curah hujan empat hari berturut-turut pemicu longsoran. Warga pun sementara mengungsi di rumah keluarga masing-masing,” ungkap Andi Afandi.

Pihaknya juga telah melakukan pendataan korban akibat bencana tersebut.

Seperti diketahui, banjir dan tanah longsor akibat hujan deras yang melanda wilayah ini mengakibatkan sungai meluap berdampak pada timbulnya material longsor dari tanah berlumpur, bebatuan, hingga batang pohon, kerusakan beberapa rumah warga sekitar lokasi bencana, serta tertutupnya beberapa ruas jalan dan putusnya jembatan membuat aktivitas tidak berjalan normal.

Selain pemukiman masyarakat hancur diterjang banjir, longsor pun menutup akses jalan menuju Desa Kurrak. Akses lalu lintas jembatan gantung terputus. Dua jembatan dan lima rumah penduduk rusak total, lima rumah penduduk mengalami rusak parah, dua di antaranya rata dengan tanah tapi beruntung tak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Reporter: Aty Achmad

Editor: Putra, Ilma Amelia

Facebook Comments

Leave a Comment

Close