
Presiden Joko Widodo dalam pelelangan yang dilakukan Kemen PUPR. Sumber foto: pu.go.id
Bandung – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan lelang dini paket kontraktual pekerjaan infrastruktur Tahun Anggaran (TA) 2020 sejak 6 November 2019.
Hingga 29 Januari 2020, tercatat sebanyak 3.086 paket senilai Rp 36,2 triliun telah dilakukan tender dini dari total 7.426 paket kontraktual senilai Rp 93,5 triliun yang dilelang.
Dari jumlah tersebut, 100 paket kontrak atau senilai Rp 4,8 triliun ditandatangani secara serentak oleh para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia jasa di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial Juliari P Batubara, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung dalam acara Peresmian Terowongan Nanjung dan Penandatanganan Kontrak Hasil Lelang Dini TA 2020 di Bandung, Rabu (29/1/2020).
Presiden Jokowi menyampaikan, lelang dini dapat meningkatkan kualitas pembelanjaan anggaran, khususnya dalam pembangunan infrastruktur karena pekerjaan dapat dimulai lebih awal.
“Saya sangat mengapresiasi lelang dini yang dilakukan Kementerian PUPR karena pekerjaan di lapangan dapat dimulai pada awal tahun sehingga pengerjaannya tidak dikejar waktu jelang akhir tahun. Akhirnya nanti bangunan dan kontruksi yang dihasilkan akan kita dapatkan kualitas yang baik,” ujar Presiden.
Penandatangan secara simbolis 100 paket pekerjaan yang dilakukan seusai peresmian Terowongan Nanjung mencakup bidang infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) sebanyak 20 paket senilai Rp 2,1 triliun, bidang jalan dan jembatan sebanyak 47 paket senilai Rp 1,8 triliun, bidang keciptakaryaan sebanyak 22 paket senilai Rp 679 miliar, dan bidang perumahan sebanyak 11 paket senilai Rp 157 miliar.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, kontrak paket pekerjaan tersebut berasal dari seluruh unit organisasi Kementerian PUPR yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.