Operasi bor ledak yang tidak optimal berdampak langsung pada biaya pengolahan. Di sisi lain, pemantauan stabilitas lereng pit yang mengandalkan inspeksi visual periodik sering tidak cukup cepat menangkap perubahan geoteknik yang berkembang dalam hitungan hari.
Strayos adalah platform AI yang mengintegrasikan analisis bor ledak dan pemantauan lereng dalam satu sistem berbasis data survei dari drone.
Dalam modul Drill & Blast, Strayos memproses data survei drone untuk menghasilkan rancangan shot plan berdasarkan topografi bench aktual. Platform ini menjalankan simulasi prediksi getaran, airblast, dan distribusi muckpile sebelum peledakan dilakukan, sehingga tim dapat menyesuaikan parameter sebelum ada material yang bergerak. Setelah ledakan, analisis fragmentasi post-blast berjalan otomatis dari foto udara drone tanpa pengukuran manual di zona yang masih berbahaya.
Strayos juga dapat menghasilkan analisis highwall yang menilai kondisi lereng berdasarkan data LiDAR dan geometri pit terkini. Tim mendapat laporan zona risiko dalam format peta terintegrasi yang diperbarui setiap kali survei drone baru dilakukan. Pemantauan lereng berubah dari kegiatan periodik menjadi proses kontinu yang terhubung langsung dengan jadwal operasi tambang.
Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan Strayos sebagai bagian dari ekosistem solusi data tambang, yang dapat dikombinasikan dengan DJI Dock 3 (Matrice 4D) dan drone DJI M400 dan sensor LiDAR DJI Zenmuse L3 untuk akuisisi data lapangan yang terintegrasi penuh.
“Platform seperti Strayos mengubah data drone dari sekadar foto udara menjadi analisis operasional yang mendukung keputusan teknis langsung di lapangan,” ujar Halo Robotics.
Integrasi antara pengumpulan data drone dan analisis AI mendukung operasi yang lebih presisi di setiap tahap industri pertambangan.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES
