Pemeriksaan sampel takjil oleh BPOM Mamuju di Lapangan Pancasila Pekkabata.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju menyatakan takjil yang dijajakan di Pasar Ramadan Pekkabata, Polewali Mandar, aman dikonsumsi.
Sebanyak 19 sampel makanan dan minuman, yaitu sambusa, pangsit goreng, tahu tempe sambal, sticky milk, pisang ijo, mutiara, risol, bakwan, ikan bakar, bakso bakar, tahu walik, ikan asin, mie, matcha, ikan bece-bece, es cendol, es cendol pink, peyek, dan tahu tempe, diambil dari para pedagang dan langsung diperiksa.
Sampel-sampel tersebut diberi pereaksi boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B untuk mengetahui apakah makanan dan minuman tersebut mengandung zat berbahaya yang dimaksud.
Hasilnya, tidak ada satu pun dari belasan sampel yang diambil diketahui memiliki kandungan empat zat tersebut sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Sampel takjil yang diambil dari pedagang di Pasar Ramadan Pekkabata.
“Kegiatan ini rutin kita lakukan setiap tahun di seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan ini sebenarnya sudah kita laksanakan di beberapa kabupaten lain, dan Kabupaten Polewali Mandar merupakan kabupaten terakhir yang kita lakukan pengawasan seperti ini,” ujar Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda dari BPOM di Mamuju, Agus, kepada awak media setelah pemeriksaan sampel di Lapangan Pancasila Pekkabata, Rabu (11/3/2026).
Agus menyampaikan, kegiatan hari ini sebenarnya sudah dimulai sejak kemarin siang dengan melakukan pengawasan ke sarana-sarana distribusi pangan, dalam hal ini retail tradisional, kios, toko, serta retail modern.
“Kemudian, tadi pagi kami bersama stakeholder dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Polewali Mandar turun langsung ke sarana retail modern dan tradisional, serta ke gudang distributor pangan,” kata Agus.
Dari hasil pengawasan itu, ditemukan beberapa produk dalam kondisi rusak maupun kedaluwarsa.
Produk rusak dominan ditemukan pada kemasan kaleng, baik di retail modern maupun retail tradisional.
“Kemudian untuk produk pangan yang sudah kedaluwarsa juga cukup banyak kami temukan, terutama di kios-kios retail tradisional. Namun demikian, ada juga beberapa yang ditemukan di retail modern,” sebut Agus.
Sebagai tindak lanjut, langsung dilakukan pemusnahan di tempat oleh pemilik sarana dan disaksikan oleh petugas.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Polewali Mandar, Agusniah Hasan Sulur, mengemukakan kalau keamanan pangan merupakan perhatian utama.
“Oleh karena itu, kami berkolaborasi dengan Balai POM, kemudian juga dengan pihak terkait halal. Tadi juga ada kegiatan bersama Kementerian Hukum yang berkaitan dengan merek.
Jadi, semua pihak saling bersinergi agar para pelaku usaha dapat memahami bahwa produk yang dikonsumsi oleh konsumen harus benar-benar aman. Karena itu, edukasi terus kami lakukan,” ucap Agusniah.
Kedepan, Disperindagkop UMKM Polewali Mandar akan terus bersinergi untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha agar memastikan bahwa produk maupun bahan yang digunakan aman untuk dikonsumsi.
“Dan hari ini, berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, alhamdulillah tidak ditemukan adanya bahan berbahaya. Ini berarti para pelaku usaha sudah mulai memahami pentingnya keamanan pangan,” tutup Agusniah. (ilm)
