Proses belajar mengajar di Yayasan Haqqul Qurro Indonesia.
Majene, mandarnews.com – Yayasan Haqqul Qurro Indonesia dibawah nahkoda Ustad Sadri Sultani sudah berjalan dua tahun tanpa pernah mendapat bantuan pemerintah.
Yayasan yang beralamat di Dusun Tappagalung Desa Lalatedong, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat ini bergerak di bidang keagamaan dan sudah memiliki santri lima puluhan lebih.
14 santri pun memilih mondok meski fasilitas pesantren tersebut sangat sederhana dan terbatas karena tidak ada bangunan yang memadai.
Meski demikian, semangat Ustad Sadri tidak pernah surut demi para santrinya dimana santri tersebut kebanyakan anak putus sekolah.
Saat ditemui di kediamannya di Tappagalung, Ustad Sadri yang juga merupakan penyuluh agama Kecamatan Sendana ini mengaku cukup sulit mendapatkan sumbangan, hanya dari beberapa orang tua santri.
“Terus terang kami cukup sulit dalam pendanaan, hanya ada beberapa orang tua santri yang menjadi donatur, untuk bantuan pemerintah belum pernah ada,” jelas Ustad Sadri.
Semua santri yang belajar di Yayasan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis. Adapun mata pelajaran yang diajarkan berjumlah enam mata pelajaran, yakni aqidah, akhlak, fikih, Bahasa Arab, Sirah Nabawiah, serta Al-Qur’an dan hadis (haslan)
Editor: Ilma Amelia
