Skip to content
08/03/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • GenBio Ajak Anak Indonesia Cegah Pneumonia dan Diare
  • Sosial Ekobis

GenBio Ajak Anak Indonesia Cegah Pneumonia dan Diare

Mandar News 07/01/2026 3 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
public

Tangerang,
7 Januari 2026
. Setiap 43 detik, setidaknya satu
anak di dunia meninggal akibat pneumonia—penyakit yang sebagian besar
sebenarnya dapat dicegah. Di saat yang sama, WHO memperkirakan ada hampir 1,7
miliar kasus diare anak setiap tahun, dan sekitar 443.832 anak balita meninggal
setiap tahunnya karena diare.

Indonesia
tidak terkecuali. Tren kasus pneumonia di Indonesia terus mengalami peningkatan sejak 2020.Data
terakhir di 2024 menunjukkan kasus pneumonia menyentuh angka 857.483. Angka ini
didominasi oleh kelompok usia balita Data WHO
menunjukkan, pneumonia adalah penyebab utama kematian akibat penyakit infeksius
di dunia, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun dan orang dewasa
lanjut usia.

Melihat tingginya kasus pneumonia, WHO secara global
merekomendasikan vaksinasi pneumokok sebagai salah satu intervensi paling
efektif untuk menurunkan angka kesakitan, rawat inap, hingga kematian akibat
penyakit ini.

 

Selain itu, langkah preventif lainnya juga perlu dilakukan. Kebersihan gigi dan mulut
yang buruk dapat meningkatkan risiko pneumonia karena bakteri dari mulut bisa
terhirup ke paru-paru cuci tangan dan sikat gigi adalah cara efektif mencegah
pneumonia, karena keduanya mengurangi jumlah bakteri penyebab infeksi
pernapasan; menjaga keduanya sama pentingnya untuk kesehatan sistemik. 

Berangkat
dari urgensi tersebut, GenBio—lembaga nirlaba yang didirikan oleh Swiluva Ma—meluncurkan
inisiatif edukasi berbasis sains untuk memperkuat kebiasaan dasar pencegahan
infeksi pada anak: cuci tangan pakai sabun dan kebersihan mulut/gigi.

Selama hampir 1 tahun berjalan, GenBio
telah mengedukasi 20.000 anak-anak di 200 sekolah yang tersebar di 4 kota di
Indonesia dengan mendistribusikan buklet edukasi kebersihan mulut/gigi dan cuci
tangan serta melakukan workshop dan edukasi interaktif dengan melibatkan orang
tua.

“Ini
bukan hanya masalah medis—ini juga masalah perilaku. Kebiasaan sederhana yang
dilakukan konsisten dapat menjadi benteng pertama anak terhadap infeksi yang
paling sering menyerang,” ujar Swiluva Ma, Founder GenBio.

Tangan
yang tidak dicuci adalah jalur cepat perpindahan kuman. Data CDC menunjukkan
bahwa cuci tangan dapat membantu mencegah sekitar 30% penyakit terkait diare
dan sekitar 20% infeksi saluran napas. Karena itu, buklet GenBio menekankan
momen-momen penting CTPS: sebelum makan, setelah dari toilet, setelah
bermain/beraktivitas, setelah batuk/bersin, dan setelah menyentuh benda kotor.

Di
sisi lain, kebersihan mulut/gigi juga merupakan bagian penting dari pencegahan
infeksi. Literatur ilmiah menyebut rongga mulut orang dewasa dapat mengandung
sekitar 50–100 miliar bakteri.

Pada
kondisi tertentu, bakteri dari area mulut/tenggorokan dapat terhirup (aspirasi)
ke saluran napas bawah dan memicu infeksi paru. Karena itu, GenBio mendorong
kebiasaan sikat gigi 2 kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur) dan
edukasi perawatan mulut yang benar.

“Inilah
mengapa tindakan edukasi harus dimulai sedini mungkin. Sains adalah ‘kekuatan
super’ GenBio untuk mendidik dan memberdayakan anak-anak Indonesia agar lebih
siap melawan infeksi bakteri—dimulai dari kebiasaan paling mendasar,” tambah
Swiluva Ma.

Komitmen berkelanjutan GenBio

Ke depan, GenBio akan melanjutkan program pendidikan
kesehatan, penyuluhan, dan panduan praktis berbasis sains, termasuk kolaborasi
dengan sekolah, tenaga kesehatan, dan organisasi sosial untuk memperluas dampak
pencegahan pneumonia dan diare pada anak.

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Progres Capai 75%
Next: Kecantikan Sejati : Luka tidak menghapus cantikmu

Related Stories

codeimg-130
  • Sosial Ekobis

Dari Mentor Jadi Owner: Sosok di Balik ‘Urban Female’ Luncurkan Parfum ‘FYP’ untuk Dukung Passion Wanita Indonesia

Mandar News 07/03/2026
codeimg-129
  • Sosial Ekobis

Kenapa Market Bubble Bisa Terjadi di Pasar Keuangan?

Mandar News 07/03/2026
codeimg-128
  • Sosial Ekobis

Berikut Ini Porsi Wet Food Harian untuk Kucing

Mandar News 07/03/2026
Rumah Snack Homemade
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (44) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (39) majene (1361) Malunda (47) mamasa (449) mamuju (250) mandar (223) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (114) pemprov sulbar (62) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (266) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (57) Sosialisasi (49) sulawesi barat (89) sulbar (1377) TMMD (56) Unsulbar (65) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d