Skip to content
10/03/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245
  • Sosial Ekobis

Harga Emas Berpeluang Menguat, Analis Dupoin Futures Proyeksikan XAU/USD Tembus 5.245

Mandar News 10/03/2026 4 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-158

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Selasa, 10 Maret 2026 diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah. Berdasarkan analisis pasar dari Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, tren harga emas atau XAU/USD saat ini masih menunjukkan kecenderungan bullish meskipun sempat mengalami tekanan pada awal pekan.

Pada awal perdagangan pekan ini, harga emas sempat mengalami pelemahan dan berada lebih dari 1,50% di bawah harga pembukaan. Tekanan tersebut muncul setelah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia akibat gangguan distribusi energi di Selat Hormuz. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat melonjak lebih dari 30% dan mendekati level USD113 per barel. Kondisi ini memicu volatilitas di pasar komoditas global, termasuk logam mulia. Meski demikian, emas masih mampu bertahan dan diperdagangkan di sekitar level USD5.090 per troy ounce.

Menurut Andy Nugraha, dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga emas masih menunjukkan sinyal penguatan. Kombinasi pola candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average pada timeframe H1 mengindikasikan bahwa tren bullish masih cukup kuat dan berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Struktur pergerakan harga saat ini mencerminkan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar, meskipun pelaku pasar tetap mewaspadai fluktuasi yang dipicu oleh perkembangan situasi global.

Dalam proyeksi pergerakan hari Selasa, 10 Maret 2026, Dupoin Futures memperkirakan bahwa jika momentum penguatan tetap terjaga, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan hingga menguji area resistance di sekitar level USD5.245. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang berpotensi dicapai apabila minat beli investor terus meningkat. Namun demikian, jika harga gagal mempertahankan momentum bullish dan mengalami koreksi, maka potensi penurunan diperkirakan akan mengarah ke area support terdekat di sekitar level USD5.126.

Dari sisi fundamental, pergerakan harga emas masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik global, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah. Pada sesi perdagangan Asia, harga emas tercatat bergerak naik tipis dan diperdagangkan di kisaran USD5.140. Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap aset safe-haven masih relatif kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan masih berlangsung dan telah memasuki hari ke-11. Beberapa serangan militer dilaporkan terjadi di wilayah Iran tengah serta Beirut. Di sisi lain, Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia masih dilaporkan tertutup secara efektif. Jalur ini diketahui menjadi rute pengiriman sekitar seperlima pasokan minyak global sehingga setiap gangguan pada wilayah tersebut berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Penutupan jalur strategis tersebut juga memaksa sejumlah negara produsen minyak utama di kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, untuk menyesuaikan produksi mereka. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi gangguan pasokan energi global yang lebih luas. Ketidakpastian tersebut mendorong investor untuk mencari instrumen lindung nilai, di mana emas menjadi salah satu aset yang paling banyak diburu saat kondisi pasar sedang tidak stabil.

Meski demikian, kenaikan harga emas juga menghadapi tantangan dari penguatan dolar Amerika Serikat. Lonjakan harga minyak memicu kekhawatiran akan peningkatan inflasi di AS yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve. Jika inflasi terus meningkat, bank sentral AS berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Suku bunga yang tinggi biasanya menjadi faktor yang kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen investasi lainnya. Dalam kondisi suku bunga tinggi, investor cenderung beralih ke aset yang memberikan return lebih besar.

Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya tercatat naik sekitar 0,26% ke level 99,11. Penguatan ini membawa dolar ke level tertinggi dalam hampir tiga bulan terakhir dan menjadi salah satu faktor yang berpotensi menahan laju kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Selain perkembangan geopolitik, pelaku pasar juga tengah menanti rilis data inflasi Amerika Serikat melalui laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk periode Februari yang dijadwalkan akan dirilis pada Rabu mendatang. Data tersebut diperkirakan menunjukkan inflasi tahunan sebesar 2,4%, sementara inflasi inti diproyeksikan berada di kisaran 2,5%.

Jika angka inflasi yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan pasar, hal tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus menekan harga komoditas yang diperdagangkan menggunakan mata uang tersebut, termasuk emas.

Dengan mempertimbangkan kombinasi faktor teknikal dan fundamental yang ada saat ini, Dupoin Futures menilai bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan dalam jangka pendek. Namun demikian, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi seiring perkembangan situasi geopolitik global serta arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa waktu mendatang.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Geliat UMK Daerah Tambang, Optimalkan Momentum Lebaran
Next: Indonesia Peringkat 5 Asia dalam Publikasi Ilmiah 2024, Konsistensi Publikasi Bereputasi Jadi Tantangan

Related Stories

codeimg-164
  • Sosial Ekobis

Kampanyekan Gaya Hidup Sehat, PAM JAYA Gandeng Pelita Jaya Bagi-Bagi Tumbler

Mandar News 10/03/2026
codeimg-163
  • Sosial Ekobis

Di Tengah Aktivitas Padat, Banyak Orang Mulai Mencari Cara Menjaga Rutinitas Makan

Mandar News 10/03/2026
codeimg-162
  • Sosial Ekobis

Pastikan Operasional Angleb 2026 Berjalan Maksimal, Direksi KAI Services Lakukan Pengecekan Kesiapan Operasional

Mandar News 10/03/2026
Rumah Snack Homemade
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (45) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (39) majene (1362) Malunda (47) mamasa (449) mamuju (250) mandar (223) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (114) pemprov sulbar (62) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (267) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (57) Sosialisasi (49) sulawesi barat (89) sulbar (1378) TMMD (56) Unsulbar (65) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d