Pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam pelaksanaan Maradika Qris Ramadan UMKM Baik.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Perhelatan Maradika Qris Ramadan UMKM Baik Polewali Mandar yang digelar sejak 19 Februari di Lapangan Pancasila Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, ditargetkan mencapai sepuluh ribu transaksi.
“Terkait target perputaran uang, kami memang memiliki target dari Bank Indonesia, yaitu 200 transaksi per hari. Untuk target keseluruhan, kami menargetkan 10.000 transaksi hingga kegiatan berakhir. Kami berharap target tersebut dapat tercapai,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Perindagkop UMKM) Polewali Mandar, Agusniah Hasan Sulur di lokasi, Sabtu (28/2/2026).
Agusniah menyampaikan, jumlah UMKM yang mendaftar sebelumnya sekitar 100 pelaku usaha. Beberapa di antaranya tetap berjualan dari rumah atau menitipkan produknya karena keterbatasan waktu.
“Namun, seluruh UMKM tersebut sudah terdaftar menggunakan QRIS, sehingga transaksi tetap dapat dilakukan dari mana saja,” imbuh Agusniah.
Karena kegiatan yang bekerjasama dengan Bank Indonesia dan Bank Sulselbar ini bertema “Maradika QRIS”, maka seluruh transaksi menggunakan sistem non-tunai.
“Sambil menunggu waktu berbuka, BPJS Ketenagakerjaan juga melakukan sosialisasi. Masyarakat yang mendaftar berkesempatan mendapatkan hadiah. Bank Indonesia juga menghadirkan program ‘Rp1’ yang memungkinkan pengunjung bermain PlayStation dan menyediakan program kupon,” ujar Agusniah.
Mengenai antusiasme masyarakat, Agusniah mengakui kalau sejauh ini belum terlalu tinggi.
“Hal ini karena waktu pelaksanaan kegiatan cukup singkat,” kata Agusniah.
Sementara itu, analis junior BI Perwakilan Sulbar, Aswin Wahyu Ramadhan, berharap kolaborasi antara UMKM dan BI dapat meningkatkan volume transaksi non-tunai.
“Tujuan kami adalah meningkatkan volume transaksi sekaligus mendorong penggunaan mesin baru. Untuk target transaksi, kami menargetkan minimal 10.000 transaksi selama pelaksanaan, dari awal hingga akhir kegiatan sampai tanggal 14,” sebut Aswin.
Maradika merupakan kepanjangan Semarak Digitalisasi Pembayaran dan Pengamanan Transaksi yang di-launching BI di tahun ini yang direncanakan diselenggarakan kembali di bulan-bulan berikutnya.
“Hal ini karena kami memang ingin terus berkolaborasi dengan Disperindagkop dalam rangka meningkatkan kapasitas UMKM,” ucap Aswin.
Berdasarkan pengamatan BI Perwakilan Sulbar, penggunaan pembayaran non-tunai di masyarakat Polewali Mandar sudah mulai meningkat. Masyarakat pun sudah mulai beralih dari transaksi tunai ke non-tunai. (ilm)
