Kajari Polewali Mandar, Nurcholis, saat melantik Kasi Intel yang baru.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Polewali Mandar, Nurcholis, berpesan untuk menjaga integritas dan transparansi.
Pesan tersebut disampaikan Nurcholis ketika melantik Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) baru Kejari Polewali Mandar, Osten Gerhan, di lobi Kantor Kejari, Kamis (12/2/2026).
“Yang sudah dilantik hari ini tentu menjadi amunisi baru bagi organisasi dengan membawa semangat baru. Pertama, integritas dan transparansi. Ini wajib dilakukan dalam menjalankan tugas dengan integritas, sehingga masyarakat dapat mempercayai lembaga kejaksaan,” ujar Nurcholis kepada awak media.
Kedua, tambah Nurcholis, kepemimpinan yang baik. Dari unit kerja yang ada, khususnya di bidang intelijen, harus bersikap bijak, adil, dan berani, sehingga dapat membawa tim dalam mencapai tujuan organisasi dan tujuan bersama.
“Komitmen terhadap pelayanan publik juga sangat penting. Kemudian, diperlukan inovasi dan kreativitas agar dalam menjalankan tugas dapat meningkatkan kinerja, termasuk dari sisi efisiensi,” kata Nurcholis.
Selain itu, lanjut Nurcholis, dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi, termasuk dengan rekan-rekan media. Sebab, bidang intelijen merupakan mata dan telinga pimpinan.
“Terlebih lagi, di samping tugas pokok, terdapat tugas-tugas berupa direktif Presiden yang menjadi atensi kita bersama. Saya harap Kasi Intel agar segera melakukan sosialisasi kepada internal, serta beradaptasi sebagai pejabat yang baru dilandasi dengan komitmen untuk menjaga marwah institusi,” sebut Nurcholis.
Sementara itu, Kasi Intel Kejari Polewali Mandar yang baru dilantik, Osten Gerhan, menuturkan kalau setelah dilantik, bidang intelijen akan memberikan penyuluhan serta peran-peran hukum.
“Misalnya di wilayah Polewali Mandar, kami menyasar anak-anak sekolah dan juga desa-desa. Terkait dana desa, saat ini pengawasannya juga semakin diperketat,” ucap Osten yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Intel di Kejari Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara ini.
Ia pun mengungkapkan bahwa Kejari Polewali Mandar sudah ada kerja sama dengan Inspektorat. Jika ditemukan indikasi, maka terlebih dahulu ditangani oleh Inspektorat sesuai kewenangannya.
“Selain itu, kami juga menjaga sinergi, termasuk dengan rekan-rekan media, yang menjadi bagian dari mata dan telinga kejaksaan. Hubungan yang baik tentu tetap kami jaga,” tukas Osten.
Ia menceritakan, kondisi di tempat sebelumnya berbeda. Di Halmahera Barat terdapat sekitar 249 desa, sedangkan di Polewali Mandar jumlahnya sekitar 144 desa, dengan 16 kecamatan yang menjadi fokus pengawasan. Perbedaannya cukup jauh,” pungkas Osten. (ilm)
