Skip to content
15/02/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Kasus Kekerasan Seksual Meningkat 100%, Safelog AI Dirikan #JejakWaspada
  • Sosial Ekobis

Kasus Kekerasan Seksual Meningkat 100%, Safelog AI Dirikan #JejakWaspada

Mandar News 16/11/2025

Share this:

  • Twitter
  • Facebook
  • Telegram
  • WhatsApp
public

Sekolah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi anak-anak. Namun kenyataannya, kasus kekerasan seksual masih terus terjadi karena rekam jejak pelaku tidak terdokumentasi dengan baik.

Menurut laporan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) tahun 2024, tercatat 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan — meningkat lebih dari 100% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar di antaranya berkaitan dengan kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan sekolah dan pesantren yang terus menjadi kasus utama dan berulang di 2025.

Tantangan Perlindungan Anak dan Ketiadaan Sistem Pencatatan Pelaku

“Sayangnya, hingga hari ini, kasus kejahatan seksual masih marak terjadi di lingkungan sekolah,” ujar Aldo Suryokusumo, pendiri Safelog AI.

“Siswa dan anak-anak adalah kelompok yang paling rentan dan perlu dilindungi. Namun, sayangnya, langkah-langkah perlindungan yang ada saat ini belum cukup kuat — itulah mengapa kasus-kasus seperti ini masih terus terjadi.”

Aldo menjelaskan bahwa saat ini banyak kasus kejahatan sosial, terutama kekerasan seksual, yang tidak tercatat secara sistematis, sehingga informasi mengenai pelaku sulit diakses oleh publik. Kondisi ini membuat sekolah dan orang tua kesulitan melakukan pengecekan latar belakang terhadap tenaga pendidik atau fasilitator yang berinteraksi dengan anak-anak.

Inisiatif #JejakWaspada: Perlindungan Masyarakat Berbasis Data

Hal inilah yang mendorong Aldo dan tim Safelog AI bekerja sama dengan sejumlah  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk meluncurkan inisiatif #JejakWaspada.

“#JejakWaspada adalah suatu inisiatif dari kami untuk kemungkinan menyusun daftar pelaku kekerasan seksual sebagai salah satu instrumen perlindungan masyarakat,” jelas Aldo.

Melalui fitur #JejakWaspada di platform Safelog.ai, sekolah maupun orang tua dapat memeriksa rekam jejak kejahatan seksual tenaga pendidik atau pekerja yang terlibat dalam kegiatan anak-anak. Layanan ini gratis dan dapat diakses oleh publik.

Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan platform ini untuk melaporkan tindakan kekerasan sosial atau seksual yang terjadi di lingkungan mereka. Laporan yang dikirim melalui akun Safelog akan diteruskan kepada lembaga sosial masyarakat yang relevan, sesuai dengan jenis dan lokasi kasus, agar dapat ditindaklanjuti dengan pendekatan yang tepat.

Motivasi Pribadi di Balik Safelog

“Secara pribadi, hal ini sangat penting bagi saya karena saya berharap dapat dikarunia anak dalam waktu dekat,” ungkap Aldo mengenai motivasinya.

“Membayangkan harus mengirim anak ke sekolah tanpa mengetahui apakah mereka benar-benar aman membuat saya berpikir — mungkin saya bahkan tidak akan mengizinkan mereka bersekolah dalam kondisi seperti itu.”

“Bentuk eksploitasi seksual sangat beragam,” tambah Aldo. “Tergantung pada kasusnya, pendekatan yang dilakukan pun berbeda — bisa berupa pendekatan yang lebih lembut, atau tindakan darurat apabila situasinya mendesak.”

Kolaborasi dengan 34 LSM untuk Perlindungan Lebih Luas

Saat ini, Safelog telah berkolaborasi dengan 34 LSM, salah satunya adalah Yayasan Pendidikan Gembala Baik Yogyakarta.

“Saya juga melihat bahwa [inisiatif daftar pelaku kekerasan seksual] merupakan kewajiban negara,“ ucap Gabriella Pipit, selaku Program Manager Yayasan Gembala Baik Yogyakarta.

“Di pasal 75 huruf C dan D dari UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) juga mengatur tentang tindakan pemulihan dan jaminan ketidakberulangan tindakan kekerasan seksual,” jelas Pipit. “Salah satunya melalui pengembangan sistem database pelaku TPKS dan sistem peringatan dini terhadap pelaku TPKS dalam proses perekrutan.”

Menurut Pipit, negara juga wajib memberikan peringatan dini agar pelaku tidak direkrut ke dalam lembaga-lembaga rentan seperti “lembaga pendidikan, panti asuhan, dan rumah.”

Dukungan dari LSM Lokal: Suara Para Penyintas

Kolaborasi dengan berbagai lembaga ini menunjukkan komitmen Safelog untuk memperkuat perlindungan korban dan mencegah kekerasan seksual sejak dini, melalui pendekatan berbasis data dan kemitraan lintas sektor.

“Langkah yang diambil oleh Safelog.ai ini memang sudah menjadi suara dari para penyintas yang sudah menyampaikan ke kami,” ujar Afrintina, Direktur Eksekutif Perkumpulan Damar Lampung.

Ia menambahkan, salah satu korban yang mereka dampingi bahkan berharap agar pelaku bisa diungkap ke publik setelah putusan hukum.

“Salah satu korban bahkan berpendapat bahwa kalau bisa, nanti setelah putusan hukum, nama pelaku dapat disebutkan atau diumumkan di media bahwa dia adalah pelaku kejahatan seksual agar tidak ada korban lain seperti korban tersebut,” jelasnya.

“Karena sangat berbahaya apabila mereka merasa tidak ada sanksi sosialnya,” tambah Afrintina.

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Continue Reading

Previous: ALFI CONVEX 2025 Resmi Ditutup Dua Menteri, Catat Potensi Ratusan Miliar Transaksi Pameran
Next: Dampak AI dan Otomasi, 23 Pekerjaan apa yang akan hilang di tahun 2030?

Related Stories

codeimg-285
  • Sosial Ekobis

Dorong Ekonomi Lokal di Kediri, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan yang Lebih Dekat

Mandar News 15/02/2026
codeimg-284
  • Sosial Ekobis

Grand Opening N Beauty, Wellness & Aesthetic Center Pertama dan Terbesar di Karawang

Mandar News 14/02/2026
codeimg-283
  • Sosial Ekobis

KAI Divre III Palembang Meraih Predikat Badan Publik Informatif Pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Sumatera Selatan

Mandar News 14/02/2026
Rumah Snack Homemade
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (43) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) majene (1360) Malunda (47) mamasa (449) mamuju (250) mandar (223) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (114) pemprov sulbar (62) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (265) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (57) Sosialisasi (49) sulawesi barat (89) sulbar (1376) TMMD (56) Unsulbar (65) Vaksin (41) warga (39)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d