Rombongan DPC Gerindra Mamasa dan sayap partai.
Mamasa,mandarnews.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Hj. Andi Faridha Fahcri, bersama sayap partai yaitu Tunas Indonesia Raya (Tidar), Gerindra Masa Depan (GMD), Perempuan Indonesia Raya (Pira), dan Satria Muda Indonesia (SMI) cabang Mamasa melakukan kunjungan ke Desa Lisuan Ada’, Kecamatan Sesena Padang untuk memberi bantuan kepada lanjut usia (lansia) sebatang kara bernama Indo Barrang yang rumah dan harta benda miliknya habis dilalap si jago merah.
Andi Faridha mengatakan, kunjungan ini merupakan wujud keprihatinan Gerindra dan syaap partai dan bagian dari saling membantu bagi yang terdampak musibah kebakaran.
“Hal ini juga merupakan amanat partai dimana kita harus peduli terhadap sesama, baik yang mengalami musibah seperti ini maupun bencana alam lainnya,” tutur Andi Faridha saat berada di lokasi kebakaran, Sabtu (31/1/2026).
Secara kebetulan, tambah Andi Faridha, bulan ini merupakan peringatan hari ulang tahun partai Gerindra yang ke-18 yang mempunyai tema yaitu Kompak, Bergerak, dan Berdampak, maka dengan ini kami melakukan aksi nyata.
“Dalam aksi nyata ini kami memberikan bantuan kepada yang terdampak musibah kebakaran, meskipun bantuan kami tidak seberapa atau alakadarnya, namun semoga dapat bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari yang terdampak,” ujar Andi Faridha.
Mewakili Partai Gerindra dan sayap partai, Andi Faridha mengucapkan turut prihatin atas peristiwa yang menimpa Indo Barrang, semoga diberi ketabahan dan kesabaran.
Indo Barrang pun menyampaikan terima kasih banyak atas kunjungan dan bantuan dari Partai Gerindra bersama sayap partainya.
Dirinya menceritakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi di hari Kamis dua hari yang lalu.
“Sekitar jam 9 pagi, saya akan memasak. Sementara api menyala di dapur yang terbuat dari kayu bakar, saya keluar sebentar mencari sayur buat masak. Namun, setelah kembali, saya kaget karena api sudah menyala membakar sebagian dapur dan rumah, karena api cepat menjalar maka semua isi rumah hangus terbakar,” sebut Indo Barrang.
Sesuai informasi dari saudara Indo Barrang, Sakbu, sewaktu kebakaran memang tidak ada orang sekitar yang membantu sebab semuanya ke lahan untuk bekerja.
“Sebagian besar tetangga jauh dari perkampungan saat itu karena mereka ke sawah atau ke ladang untuk bekerja. Paling ada satu atau dua orang di perkampungan saat itu,” pungkas Sakbu. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
