Para petani dari berbagai daerah di Mamasa.
Mamasa, mandarnews.com – Para petani di Mamasa dengan lantang menyuarakan dukungan penuh kepada program strategis Presiden saat ini, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Efsan Bongga Bulawan, salah satu Ketua Kelompok Tani dari Desa Orobua Selatan, Kecamatan Sesena Padang, mengatakan dengan adanya program MBG, hasil tani pun dapat terjual.
“Kami selaku petani sangat bersyukur dengan adanya program MBG, karena hasil produk pertanian kami sudah ada yang beli, yaitu dapur SPPG Makan Bergizi Gratis,” ucap Efsan melalui WhatsApp, Sabtu (7/2/2026).
Adapun hasil pertanian yang sudah kelompok tani Efsan suplai ke SPPG Tawalian yaitu labu siam sebanyak 103 kilogram dan buah stroberi pun sudah disuplai ke SPPG di Sespa.
“Kedepan kami berencana akan menambah jenis tanaman yang ditanam, yaitu wortel dan buncis. Namun, sepertinya kendala yang akan dihadapi adalah kurangnya pupuk kandang,” terang Efsan.
Ia turut berpesan agar sekarang petani jangan ragu menanam sesuai kebutuhan SPPG karena sudah pasti dibeli asalkan sesuai kebutuhan dapur MBG tersebut.
“Kami berharap MBG terus berjalan karena sangat menguntungkan petani,” ujar Efsan.
Senada dengan Efsan, Sudiarno Allowali yang juga Ketua Kelompok Tani di Desa Osango, Kecamatan Mamasa, yang juga sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Mamasa, juga menyampaikan dukungannya dengan adanya MBG sebab hasil pertanian dapat terjual tanpa harus repot cari pasaran.
“Program MBG sangat membantu kami selaku petani dalam menjual hasil produksi pertanian. Hal tersebut sudah nyata kami alami, sudah beberapa komoditi atau jenis tanaman kami dibeli oleh SPPG,” beber Sudiarno.
Ia pun memotivasi petani lain untuk mulai menggarap lahan pertanian dan menanam sesuai kebutuhan dapur MBG karena sudah pasti menghasilkan uang.
“Sekarang kami sudah tidak kesulitan menjual wortel, bawang merah, sayuran, dan beberapa jenis komoditi lainnya karena dibeli langsung oleh dapur MBG,” imbuh Sudiarno.
Ia berharap, semoga program MBG terus berjalan karena merupakan simbiosis mutualisme antara SPPG dan petani lokal di Mamasa.
Sementara itu, Marten, petani dari Desa Balla Barat, Kecamatan Balla, menyampaikan alasan serupa.
“Saya sangat mendukung program MBG karena selain hasil petani dapat dibeli pihak SPPG, juga membantu petani dalam memberi asupan gizi kepada anak-anak sekolah,” tutup Marten. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
