Wabup Majene, Andi Rita Mariani, berfoto bersama Ketua Mata Garuda Sulbar, Hasbi, usai penandatanganan nota kesepahaman.
Majene, mandarnews.com – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menghadirkan kebijakan publik yang lebih responsif di Kabupaten Majene mendapat penguatan melalui kerja sama strategis antara Mata Garuda Sulawesi Barat (Sulbar) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung pada Kamis (22/1/2026), bertempat di Kantor Bupati Majene.
Dalam penandatanganan tersebut, Pemkab Majene diwakili oleh Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani, sementara Mata Garuda Sulbar diwakili oleh Hasbi selaku Ketua.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi pijakan awal bagi kolaborasi jangka menengah dan panjang dalam pengembangan SDM aparatur serta penguatan tata kelola kebijakan publik daerah.
Kerja sama ini dirancang sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Ruang lingkup kerja sama yang disepakati meliputi:
a. Sosialisasi Program Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN);
b. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat;
c. Pelibatan sumber daya manusia Mata Garuda Sulbar dalam kajian akademik, khususnya dalam perencanaan dan perumusan kebijakan publik daerah; dan
d. Kegiatan lain yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak.
Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi Pemkab dalam meningkatkan kualitas aparatur dan mendorong lahirnya kebijakan yang berbasis kajian akademik dan kebutuhan riil masyarakat.
“Pemerintah daerah hari ini dituntut untuk bekerja lebih adaptif dan berbasis pengetahuan. Kami melihat Mata Garuda sebagai mitra strategis yang memiliki kapasitas intelektual, pengalaman akademik, serta perspektif yang luas. Kerja sama ini diharapkan membuka akses yang lebih besar bagi ASN Majene untuk melanjutkan studi melalui LPDP, sekaligus memperkuat perumusan kebijakan daerah yang berbasis riset,” ujar Andi Rita.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas ASN merupakan investasi jangka panjang yang akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“ASN yang melanjutkan studi dan kembali ke daerah harus menjadi agen perubahan. Kami berharap, melalui pendampingan Mata Garuda, proses ini dapat berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi Majene,” kata Andi Rita.
Sementara itu, Ketua Mata Garuda Sulbar, Hasbi, menegaskan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bentuk komitmen untuk terlibat langsung dan aktif dalam pembangunan daerah.
“Mata Garuda Sulbar hadir sebagai mitra pembangunan pemerintah daerah. Melalui kerja sama ini, kami ingin mendorong peningkatan kapasitas ASN, memperkuat pengabdian kepada masyarakat, serta terlibat langsung dalam pembuatan Perda maupun Perbup. Apa yang telah kami dapatkan di bangku perkuliahan akan kami aktulisasikan dengan baik sehingga berdampak positif bagi Majene,” sebut Hasbi.
Lulusan S2 Politik dan Pemerintahan Universitas Gajah Mada (UGM) ini menjelaskan jika program pengabdian masyarakat yang akan dijalankan Mata Garuda Sulbar ke depan akan disesuaikan dengan isu-isu prioritas yang menjadi konsen Pemerintah Kabupaten Majene, sehingga kolaborasi yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan daerah.
“Pengabdian yang kami lakukan akan kami selaraskan dengan isu-isu strategis daerah, seperti penanganan stunting, mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, persoalan anak putus sekolah, serta kemiskinan. Isu-isu ini membutuhkan pendekatan lintas sektor dan inovasi kebijakan, dan di sinilah kami ingin berkontribusi,” jelasnya.
Menurut Hasbi, awardee dan alumni beassiwa LPDP yang tergabung dalam Mata Garuda memiliki keunggulan dalam perspektif keilmuan, jejaring nasional hingga global, serta pengalaman akademik yang dapat menjadi sumber ide dan inovasi baru bagi pemerintah daerah.
“Kami berharap kehadiran Mata Garuda Sulbar dapat menghadirkan gagasan-gagasan segar dan inovasi yang dapat menopang, memperkuat, dan melengkapi upaya pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan,” ucap Hasbi.
Sosialisasi LPDP bagi ASN Majene, lanjut Hasbi, akan dilakukan secara berkelanjutan dan disertai pendampingan teknis, agar peluang studi lanjut dapat dimanfaatkan secara optimal dan berdampak nyata bagi daerah.
Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan menjadi fondasi awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kapasitas aparatur, serta pembangunan Kabupaten Majene yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Sekilas tentang Mata Garuda
Mata Garuda merupakan organisasi resmi penerima Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang berada di bawah pembinaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Organisasi ini menjadi wadah berhimpunnya penerima beasiswa LPDP jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3), baik lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri, dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang keahlian.
Sebagai komunitas intelektual penerima beasiswa, Mata Garuda menghimpun sumber daya manusia yang telah ditempa melalui pendidikan pascasarjana dan memiliki komitmen untuk mengembalikan manfaat pendidikan melalui kontribusi nyata bagi pembangunan nasional dan daerah, khususnya melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Di Sulbar, Mata Garuda aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sosialisasi dan pendampingan Beasiswa LPDP jenjang S2 dan S3, khususnya bagi generasi muda potensial, ASN, TNI/POLRI dan sebagainya, lalu melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan isu-isu prioritas daerah, serta keterlibatan dalam kajian akademik dan advokasi kebijakan publik daerah.
Mata Garuda Sulbar memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang berbasis pengetahuan, inklusif, dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan pengalaman akademik, perspektif kebijakan, dan jejaring alumni LPDP untuk menjawab tantangan pembangunan di tingkat lokal. (rls)
Editor: Ilma Amelia
