Pembahasan tentang kasus dugaan tindakan asusila siswi SR dalam RDP di ruang aspirasi DPRD Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Organisasi kemahasiswaan dan pemuda Jaringan Oposisi Loyal (JOL) meminta agar Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar, Muhiddin, dicopot imbas adanya kasus dugaan tindakan asusila yang menimpa salah seorang siswi oleh oknum tenaga pendidik (tendik).
Muhammad Akmal dari JOL menyampaikan bahwa peristiwa ini sangat memilukan dan harus menjadi perhatian semua pihak.
“Tujuannya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Kami pun berharap kasus ini tidak hanya diselesaikan dengan jalan mediasi saja dan meminta mencopot Kepala SR yang ada di sana,” ungkap Akmal dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar di ruang aspirasi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar dan turut dihadiri dinas terkait, Selasa (10/2/2026).
JOL juga meminta pelaku diproses secara hukum sebab penyelesaian kasus dugaan tindakan asusila ini dianggap sangat tidak masuk akal dan terdapat sejumlah kejanggalan.
“Kami mendapatkan informasi bahwa DPRD telah melakukan inspeksi ke sekolah rakyat tersebut, sehingga kami ingin mendengar apa hasilnya,” imbuh Akmal.
Merespons hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Polewali Mandar sekaligus pimpinan RDP, Agus Pranoto, mengaku menyesalkan sebab tidak dilibatkan sama sekali.
“Saat inspeksi itu, kami tidak mengetahui jika terdapat kasus itu di sana. Tentu ini sangat kita sesalkan dimana Sekolah Rakyat itu merupakan harapan anak-anak kita untuk mendapatkan ilmu namun diciderai oleh oknum,” ujar Agus.
Untuk itu, Agus meminta Dinas Sosial dan pemerintah dalam hal ini untuk hadir di sana melakukan evaluasi serta membantu penanganan trauma oleh korban. (ilm)
