
Kader Gerindra bersama pengguna jalan saat bagi-bagi bendera.
Mamasa, mandarnews.com – Dalam rangka memeringati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, kader Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Kabupaten Mamasa membagi-bagikan bendera merah putih dan atribut lainnya di jalanan kepada para pengendara yang melintas.
Andi Faridha Fachri, salah satu kader Gerindra mengatakan, tujuan bagi-bagi bendera ini adalah agar semuanya bersatu padu dalam menyambut hari kemerdekaan.
“Panasnya terik matahari tidak mengurangi semangat 45 kami dalam kegiatan ini, dibanding perjuangan para pahlawan yang rela mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan Republik Indonesia,” tutur Andi Faridha saat ditemui media, Jumat (8/8/2025).
Menurut Andi Faridha, kegiatan ini juga merupakan arahan partai agar semua melibatkan diri dalam menyambut hari bersejarah kita.
“17 Agustus merupakan hari kemerdekaan kita semua bangsa Indonesia, kita harus menjunjung tinggi atas apa yang telah dicapai oleh para pendahulu kita dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujar Andi Faridha.
Ini juga bagian dari menghargai jasa para pahlawan yang telah bertarung nyawa dan rela meneteskan darah demi kemerdekaan bangsa.
Andi Faridha berharap, dengan adanya pembagian bendera merah putih ini, masyarakat yang belum punya bendera atau sudah rusak, bisa mengibarkan di masing-masing rumah atau di tempat yang dianggap baik untuk dikibarkan.
“Selain itu, ini juga membantu dalam hal pemberdayaan, baik bagi saudara-saudara kita yang menjual atribut HUT dan bendera merah putih maupun bagi warga atau masyarakat yang menggunakan,” sebut Andi Faridha.
Kader Gerindra lainnya, Mihos Puangna Rumba, menyampaikan bahwa selain intruksi partai yang dijalankan, semuanya memang harus ikut berpartisipasi karena kemerdekaan Republik Indonesia tidak didapatkan atau diraih dengan cuma-cuma, tapi membutuhkan perjuangan yang panjang bagi para pendahulu.
“Pembagian bendera tujuannya untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air, menghargai simbol-simbol negara. Meskipun anggaran sangat terbatas, kami percaya bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh surut,” kata Mihos.
Ia menerangkan, kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi sebagai bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap bersatu, bangkit, dan optimis menghadapi berbagai tantangan bangsa.
“Dengan memasang bendera merah putih di rumah masing-masing, kita turut menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air tidak bergantung pada kondisi ekonomi, melainkan berasal dari hati dan komitmen bersama sebagai bangsa Indonesia,” ucap Mihos.
Dalam kegiatan ini, ada sekitar 250 bendera merah putih yang dibagikan, ditambah atribut. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
