Suasana menanti saat berbuka puasa di Kampoeng Ramadan.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Ada yang berbeda di pelataran Masjid Merdeka Wonomulyo tiap menjelang waktu berbuka puasa, termasuk di bulan Ramadan 1447 Hijriah ini.
Jika biasanya iftar dilaksanakan di dalam masjid, lain halnya dengan masjid yang terletak persis di sebelah Alun-Alun Wonomulyo ini.
Mengusung tajuk “Kampoeng Ramadan”, Masjid Merdeka Wonomulyo menyediakan tempat sekaligus makanan berbuka puasa untuk masyarakat umum selama sebulan penuh.
Siapa pun yang melintas dipersilakan untuk singgah dan mengambil tempat di antara ratusan jejeran kursi dan meja yang disediakan di halaman masjid.
Untuk menyajikan makanan berbuka puasa, Kampoeng Ramadan pun menyiapkan 350 hingga 400 porsi makanan tiap hari.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Merdeka Wonomulyo, H. Syarifuddin, menyampaikan jika Kampoeng Ramadan ini sudah berlangsung sejak enam tahun yang lalu.
“Alhamdulillah, pada bulan suci Ramadan ini kegiatan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Hal ini terlaksana berkat kerja sama dengan para donatur dan relawan di sekitar Masjid Merdeka Wonomulyo,” ujar H. Syarifuddin kepada awak media di lokasi Kampoeng Ramadan, Rabu (18/3/2026).
H. Syarifuddin mengemukakan, respons masyarakat terhadap keberadaan Kampoeng Ramadan sangat positif dan antusias.
“Bahkan, tiga hari sebelum bulan puasa, slot pendaftaran sudah penuh. Terakhir, ada tiga donatur yang ingin berpartisipasi, tetapi sudah tidak tersedia slot,” kata H. Syarifuddin.

Kampoeng Ramadan Masjid Merdeka Wonomulyo.
Selain sebagai tempat berbuka puasa, Masjid Merdeka Wonomulyo ini juga menjadi tempat persinggahan para musafir atau pemudik.
“Tiga hari lalu ada musafir dari Palu lebih dari 10 orang kami ajak untuk beristirahat di sini,” sebut H. Syarifuddin.
Selain buka puasa bersama, berbagai kegiatan turut diselenggarakan di Kampoeng Ramadan, seperti lomba azan, hafalan Al-Qur’an, salawat, serta festival beduk yang dilaksanakan pada malam terakhir Ramadan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Wonomulyo, H. Zainal Abidin, mengaku sejak awal selalu mendukung kegiatan Kampoeng Ramadan.
“Setiap tahun saya ikut berbuka puasa di sini dan memberikan kontribusi, minimal satu atau dua hari. Bahkan, tahun lalu saya berkontribusi selama 10 hari,” ucap H. Zainal Abidin.
Meskipun Masjid Merdeka Wonomulyo telah tiga kali berganti kepengurusan, program ini tetap berlanjut dan sudah menjadi kegiatan rutin tahunan.
Untuk menunjang fasilitas sebagai tempat singgah musafir, lantai satu masjid dijadikan semacam homestay yang terbuka selama 24 jam dilengkapi dengan kasur dan air minum.
Menariknya, homestay Masjid Merdeka Wonomulyo ini tidak hanya terbuka pada bulan Ramadan, di luar Ramadan pun masjid ini masih terbuka lebar bagi siapa pun pelintas yang ingin beristirahat selama perjalanan. (ilm)
