Polewali Mandar, mandarnews.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali, Amiruddin, mempertanyakan kinerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Ikan Air Payau (BBIAP) Bulubawang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) yang penghasilan tambaknya belum memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Di tahun 2025, tambak UPTD BBIAP Bulubawang DKP Polewali Mandar ditarget Rp27 juta namun hanya terealisasi Rp8,6 juta dengan biaya operasional sebesar Rp10 juta.
“Susahnya apa? Didukung Rp10 juta, didukung anggaran, masih ada operasionalnya. Tidak masuk akal kalau rugi terus,” ujar Amiruddin kepada awak media di Kantor DPRD, Selasa (6/1/2026).
Menurut Amiruddin yang juga memiliki tambak, budidaya ikan bandeng relatif tidak terlalu sulit sebab ikan itu akan hidup selama ada air, beda dengan udang.
“Sampai sekarang petani tambak ikan bandeng masih banyak, berarti kan menguntungkan. Cara kerja pengelola yang harus diperbaiki di sini,” imbuh Amiruddin.
Dalam rapat kerja panitia khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar dalam rangka membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di ruang aspirasi, Kepala UPTD BBIAP Bulubawang DKP, Nurlailah, menerangkan bahwa realisasi PAD tahun lalu hanya 32% dengan luas tambak sekitar tiga hektare.
“Penyebabnya adalah pertama, adanya kebijakan efisiensi anggaran dan keterlambatan anggaran. Kami tidak bisa melaksanakan operasional tepat waktu karena anggaran terlambat turun,” kata Nurlailah.
Akibatnya, UPTD BBIAP Bulubawang terlambat melakukan panen. Penebaran bibit ikan sendiri dilakukan pada bulan Mei dan panen baru bisa dilakukan pada bulan September.
“Namun, kami tidak gagal panen. Panen ini menyeberang ke tahun berikutnya. Tahun ini memang belum ada anggaran tambahan, tetapi kondisi ikan sudah besar. Bulan Februari ini sudah bisa panen, sehingga PAD bisa masuk lebih awal dibanding tahun sebelumnya,” sebut Nurlailah.
Ia menguraikan, dari lahan tiga hektare yang dikelola UPTD BBIAP Bulubawang, satu hektare digunakan untuk pembibitan dan dua hektare untuk pembesaran bandeng.
Kepala Bidang (Kabid) Budidaya DKP Polewali Mandar, Asdar, menjelaskan bahwa secara estimasi, untuk satu hektare tambak bandeng bisa ditebar sekitar 5 ribu ekor bibit, hasil panennya sekitar 1 ton.
“Harga bandeng tergantung ukuran, rata-rata sekitar Rp15.000 ribu per kilogram, jadi estimasinya Rp15 juta per ton per panen,” tutup Asdar. (ilm)
