Tanggul di belakang rumah warga Sirindu tinggal puing-puing
Majene, mandarnews.com – Tanggul di pemukiman pantai Kelurahan Sirindu Kec.Pamboang Kab.Majene Prov. Sulawesi Barat semakin mengkhawatirkan. Abrasi terus menggerus daratan.
Sepanjang 200 meter tanggul kini telah roboh. Padahal belum terlalu lama usai dibangun. Gelombang besar selalu menghantam pada saat air pasang.
Dua tahun lalu, empat kepala keluarga di Lingk. Sirindu meninggalkan tempat domisilinya. Mereka khawatir rumahnya roboh terkena abrasi. Hal ini diungkap salah seorang nelayan setempat, Rabu 18/2/2026.
Lain halnya seorang pensiunan kepala sekolah, H.Jamaluddin B, S.Pd.I. Ia tidak lantas meninggalkan rumahnya meski telah terancam karena tanah dibelakang rumahnya terus terkikis. Untuk menghindari pengikisan ia membuat tanggul sendiri. Ia menggunakan batu yang diberi pancang sekaligus menjadi dari kayu uling.
H. Jamaluddin mengatakan bahwa kondisi wilayah Sirindu memang setiap tahun yaitu pada musim barat -antara bulan Desember sampai Februari- terjadi gelombang besar. Dan jika air pasang air laut naik hingga ke jalan setapak.
“Kita semua terancam,” katanya.
Ia berharap kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk segera membenahi tanggul di Sirindu agar masyarakat aman dari abrasi. (Jufri)
