Skip to content
17/01/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia
  • Sosial Ekobis

Tekanan Risiko Global Perkuat Minat pada Logam Mulia

Mandar News 12/01/2026

Share this:

  • Twitter
  • Facebook
  • Telegram
  • WhatsApp
public

Harga emas (XAU/USD) dunia masih mempertahankan tren penguatan yang solid pada awal pekan ini, mencerminkan kombinasi antara sentimen safe-haven yang kuat dan meningkatnya keyakinan pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat. 

Emas bergerak stabil di kisaran $4.500 per troy ounce setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru di area $4.555. Kenaikan ini terjadi seiring investor mencerna data ketenagakerjaan AS yang beragam serta memburuknya situasi geopolitik global, yang kembali mendorong aliran dana menuju aset lindung nilai.

Menurut Analis Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur teknikal emas saat ini masih berada dalam fase bullish yang sehat, ditopang oleh sinyal positif dari pergerakan candlestick dan posisi indikator Moving Average.

Andy Nugraha menjelaskan bahwa pasar emas saat ini masih berada dalam kanal tren naik yang kuat. Pergerakan harga yang konsisten bertahan di atas rata-rata pergerakan jangka menengah menunjukkan bahwa minat beli masih dominan, meskipun harga telah berada di area tertinggi sepanjang sejarah. Dari sisi teknikal, tekanan bullish yang berlanjut membuka peluang bagi emas untuk menguji area $4.600 dalam waktu dekat. Level tersebut dipandang sebagai target lanjutan dari reli yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Namun demikian, Andy juga mengingatkan bahwa dalam kondisi pasar yang telah mengalami lonjakan tajam, risiko koreksi teknis tetap ada. Jika terjadi pelemahan dan harga gagal mempertahankan area kunci, maka penurunan menuju zona $4.536 dapat terjadi sebagai fase konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.

Faktor fundamental global tetap menjadi penggerak utama di balik kuatnya harga emas. Ketegangan geopolitik meningkat setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi militer terhadap Iran di tengah gelombang protes dan kekerasan yang terjadi di negara tersebut.

Pada saat yang sama, dinamika keamanan di kawasan Arktik juga memanas setelah Inggris dan Jerman mengkaji peningkatan kehadiran militer mereka di Greenland, sebagai bagian dari respon terhadap perubahan lanskap geopolitik global. Ditambah dengan dampak lanjutan dari penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS, kondisi ini menciptakan tingkat ketidakpastian yang tinggi di pasar internasional, sehingga mendorong investor untuk memperbesar alokasi pada emas sebagai aset aman.

Dari sisi ekonomi, laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirilis akhir pekan lalu semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga tahun ini. Data Nonfarm Payrolls menunjukkan penambahan sekitar 50.000 pekerjaan pada Desember, lebih rendah dari perkiraan pasar, meskipun tingkat pengangguran turun menjadi 4,4 persen. Kombinasi ini memberi sinyal bahwa meski pasar tenaga kerja belum melemah tajam, momentum pertumbuhan mulai melambat. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi The Fed untuk bersikap lebih akomodatif, terutama jika tekanan inflasi tetap terkendali. Suku bunga yang lebih rendah akan mengurangi daya tarik dolar AS dan imbal hasil obligasi, sehingga emas yang tidak memberikan bunga menjadi lebih kompetitif di mata investor.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang bergerak relatif datar di sekitar 4,17 persen turut mendukung stabilitas harga emas di level tinggi. Dengan latar belakang ini, Andy Nugraha menilai bahwa bias pasar terhadap emas masih cenderung positif. Selama ketidakpastian geopolitik dan spekulasi pemangkasan suku bunga terus membayangi pasar, emas berpotensi tetap berada dalam fase bullish, meskipun volatilitas jangka pendek dapat meningkat seiring pelaku pasar menantikan rilis data inflasi AS yang akan menjadi kunci arah pergerakan berikutnya.

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Continue Reading

Previous: Libur Panjang Sambut Isra Mikraj, KAI Divre III Palembang Siapkan 10.672 Tempat Duduk
Next: Kementerian PU Sudah Mengalirkan Air Bersih Kembali Melalui Sumur Bor, Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang Pascabencana

Related Stories

codeimg-131
  • Sosial Ekobis

KAI Daop 1 Utamakan Keselamatan, Lakukan Penyesuaian Perjalanan KA Dampak Banjir Pekalongan

Mandar News 17/01/2026
codeimg-130
  • Sosial Ekobis

Bantu Teman Bersama Sakola Kembara Berkomitmen Membantu Siswa Lewat Beasiswa Pendidikan

Mandar News 17/01/2026
codeimg-129
  • Sosial Ekobis

Ekosistem Baterai Karawang, Multiplier effect bagi Ekonomi Nasional

Mandar News 17/01/2026
Rumah Snack Homemade
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (43) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) majene (1359) Malunda (47) mamasa (449) mamuju (250) mandar (223) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (114) pemprov sulbar (62) polda sulbar (130) polewali mandar (52) polman (265) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (57) Sosialisasi (49) sulawesi barat (88) sulbar (1375) TMMD (56) Unsulbar (65) Vaksin (41) warga (39)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d