Skip to content
29/08/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai
  • Sosial Ekobis

Dari Idol ke First Face: Momen Fashion Dylan Baru Saja Dimulai

Mandar News 29/08/2026 7 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-562

Tiga desainer. Tiga opening walk. Dan satu idol muda yang perlahan mulai menjadi wajah yang familiar di barisan depan runway fashion Vietnam.

Di Vietnam Wedding Week 2026, Dylan dari UPRIZE tampil sebagai first face dalam presentasi FALVAON by Luu Viet Anh, VÀNG ẢNH VÀNG ANH. Momen tersebut memang singkat, tetapi bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Sebelum Luu Viet Anh, Dylan telah lebih dulu membuka show untuk Chung Thanh Phong dan Tran Hung. Tiga momen sebagai first face kemudian, pola tersebut mulai sulit untuk diabaikan.

Bagi seorang performer yang selama ini dikenal melalui panggung, musik, dan dunia entertainment sebagai idol, runway membuka jenis sorotan yang berbeda. Tidak ada mikrofon. Tidak ada koreografi untuk menjadi tempat bersembunyi. Hanya musik, cahaya, dan beberapa detik pertama ketika semua orang di ruangan memutuskan untuk melihat.

Di Vietnam Wedding Week 2026, Dylan melakukan lebih dari sekadar hadir sebagai seorang selebritas. Ia menjadi gambaran pertama yang membawa audiens memasuki salah satu koleksi paling sarat cerita dalam acara tersebut.

TIGA DESAINER. TIGA FIRST FACE. SATU KISAH RUNWAY YANG MULAI MENANJAK

Chung Thanh Phong. Tran Hung. Luu Viet Anh.

Ketiga nama tersebut berasal dari berbagai sudut dunia fashion Vietnam, tetapi memiliki satu kesamaan dalam beberapa waktu terakhir: Dylan dipilih untuk berjalan sebagai first face.

Hal ini penting karena first face bukan sekadar orang yang kebetulan keluar dari backstage lebih dulu. Opening walk menentukan atmosfer sebuah show. Ia memberikan petunjuk pertama kepada audiens tentang mood, attitude, dan dunia yang akan mereka masuki.

Bagi seorang idol yang mulai melangkah ke dunia fashion, posisi seperti ini menyampaikan lebih banyak daripada sekadar kehadiran sebagai tamu. Popularitas mungkin membuat orang membicarakannya, tetapi menjadi first face menuntut sesuatu yang lain: presence.

Dan Dylan tampaknya mulai membangun reputasi tepat di area tersebut.

KETIKA SANG IDOL MELETAKKAN MIKROFON

Di atas panggung, Dylan sudah memahami bagaimana cara tampil. Sebagai anggota UPRIZE, ia berada di dunia yang dibangun dari musik, gerakan, kesadaran terhadap kamera, dan koneksi dengan audiens. Seorang idol belajar bagaimana mempertahankan perhatian bahkan ketika banyak hal terjadi di sekelilingnya.

Runway justru menghilangkan sebagian besar elemen tersebut.

Tidak ada chorus yang membantu membawa momen. Tidak ada dance break. Tidak ada kesempatan untuk menjelaskan siapa dirinya. Sebuah walk harus berbicara dengan sendirinya.

Kecepatan langkah, postur, ekspresi, dan cara seorang performer memasuki cahaya menjadi keseluruhan pesan.

Mungkin itu sebabnya perpindahan dari panggung idol ke runway fashion terasa tidak sesulit yang dibayangkan. Kedua dunia sama-sama menuntut kemampuan untuk mengendalikan presence. Hanya saja, keduanya berbicara dalam bahasa yang berbeda.

Bagi Dylan, fashion mulai terlihat seperti panggung keduanya.

MALAM KETIKA IA MEMBUKA KISAH LUU VIET ANH

Panggung kedua tersebut terasa semakin sinematik di Vietnam Wedding Week 2026.

Bagi desainer FALVAON, Luu Viet Anh, VÀNG ẢNH VÀNG ANH mengambil inspirasi dari dunia emosional Tam Cam, salah satu cerita rakyat Vietnam yang paling dikenal. Koleksi ini membawa memori budaya ke dalam setting fashion kontemporer, menjadikan runway lebih dari sekadar rangkaian look bridal.

Koleksi tersebut membutuhkan sebuah pembuka.

Dan Dylan menjadi sosok yang memberikannya kepada audiens.

Sebagai first face, ia menjadi gerakan pertama dalam cerita visual show tersebut. Sebelum audiens melihat keseluruhan dunia gaun, detail, dan berbagai referensi yang hadir setelahnya, merekalah yang terlebih dahulu bertemu dengan Dylan.

Ini adalah bentuk performance yang berbeda dari panggung idol, tetapi tetap merupakan sebuah performance: satu entrance, satu tatapan, satu momen untuk membuat audiens penasaran dengan apa yang akan muncul berikutnya.

KOLEKSI BRIDAL, CERITA RAKYAT VIETNAM, DAN SATU TOKOH PRIA UTAMA

Yang membuat kemunculan Dylan semakin menarik adalah posisinya di dalam cerita tersebut.

VÀNG ẢNH VÀNG ANH hadir di Vietnam Wedding Week sebagai sebuah presentasi fashion bridal, tetapi kehadiran Dylan memperkenalkan sosok pria ke dalam dunia naratif koleksi. Alih-alih terasa seperti cameo selebritas yang ditempatkan secara acak, langkahnya di runway justru memberi show tersebut karakter lain dan sudut pandang tambahan.

Di sinilah elemen entertainment menjadi menarik.

Dylan tidak diminta untuk bernyanyi. Ia juga tidak hadir untuk membawakan special performance. Perannya lebih tenang dari itu, tetapi mungkin justru lebih tidak biasa: membantu membangun suasana.

Dalam sebuah koleksi yang berangkat dari cerita, first face pun menjadi bagian dari storytelling.

Dan bagi seorang idol yang identitas publiknya memang telah dibangun melalui performance, pertemuan dua dunia tersebut terasa masuk akal.

LEBIH DARI SEKADAR CELEBRITY WALK

Fashion menyukai wajah yang familiar. Kehadiran seorang selebritas dapat menciptakan buzz, menghasilkan foto yang menarik, dan memberi audiens alasan lain untuk memperhatikan sebuah show.

Namun, ada perbedaan antara mengundang selebritas untuk tampil di runway dan memberikan seseorang posisi yang benar-benar menjadi bagian dari ritme sebuah show.

Daftar first-face appearance Dylan yang terus bertambah inilah yang membuat kisah fashion-nya lebih menarik daripada sekadar sebuah momen satu kali. Posisi yang sama muncul berulang kali, di tangan desainer dengan estetika dan dunia kreatif yang berbeda.

Hal itu tidak berarti Dylan harus menjadi full-time model, dan memang tidak perlu demikian. Daya tariknya mungkin justru terletak pada sesuatu yang berbeda yang ia bawa ke runway.

Ia datang dengan insting seorang performer.

Dunia fashion mendapatkan kepercayaan diri, timing, dan visual awareness seorang idol. Sementara dunia entertainment mendapatkan sisi lain dari Dylan untuk diperhatikan.

DI DALAM THE LOVE CITY

Vietnam Wedding Week 2026 menjadi tempat yang tepat untuk pertemuan dua dunia tersebut.

Dikembangkan melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, acara ini mengubah White Palace Hoang Van Thu menjadi The Love City – sebuah destinasi bersama tempat fashion bridal, brand pernikahan, para ahli, vendor, dan berbagai pengalaman bertemu.

Selama dua hari, tujuh desainer dan brand menghadirkan visi yang berbeda tentang fashion pernikahan kontemporer. Ada drama couture, romansa yang refined, cultural storytelling, sensualitas, hingga menswear modern. Runway tidak dibangun berdasarkan satu gambaran tentang seperti apa seharusnya seorang pengantin perempuan atau laki-laki tampil.

Kehadiran Dylan menambahkan satu lapisan lain ke dalam perpaduan tersebut.

Ia datang dari dunia entertainment kontemporer dan melangkah langsung ke dalam narasi fashion seorang desainer. Benturan dua dunia seperti inilah yang membuat The Love City terasa lebih besar daripada sebuah bridal showcase konvensional.

KETIKA FASHION BERTEMU MEREKA YANG MENGGERAKKANNYA

Beberapa cerita runway berakhir ketika lampu padam. Cerita lainnya bergerak lebih jauh – melalui media, audiens, komunitas kreatif, dan berbagai percakapan yang muncul setelah sebuah show.

Sebagai Promotional Partners Vietnam Wedding Week 2026, Italian Atelier Asia-Pacific dan CjC Marketing Agency mendukung komunikasi serta jangkauan industri yang lebih luas di sekitar acara, menghubungkan cerita fashion dan lifestyle-nya dengan jaringan kreatif dan profesional yang lebih luas.

Bagi CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Asia-Pacific, pertemuan Dylan dan Luu Viet Anh juga menjadi pengingat tentang apa yang membuat sebuah creative platform memiliki nilai.

Sebuah fashion event dapat mempertemukan orang-orang yang biasanya tidak berbagi panggung yang sama: seorang desainer dan seorang idol, koleksi bridal dan cerita rakyat, audiens runway dan para penggemar entertainment.

Terkadang, cerita yang paling menarik justru dimulai ketika dunia-dunia tersebut bertemu.

JADI, DYLAN SEBENARNYA SEORANG PENYANYI, IDOL, ATAU FASHION FACE?

Mungkin itu bukan pertanyaan yang tepat.

Dylan tidak harus berhenti menjadi satu hal untuk kemudian menjadi hal lainnya. Justru, cerita yang lebih menarik adalah bagaimana identitasnya tampaknya terus berkembang.

Tiga penampilan sebagai first face mungkin masih merupakan awal dari perjalanan fashion-nya. Namun, sebuah awal layak untuk diperhatikan – terutama ketika tiga desainer berbeda telah mempercayakan performer yang sama untuk mengambil langkah pertama.

Dari Chung Thanh Phong dan Tran Hung hingga VÀNG ẢNH VÀNG ANH karya Luu Viet Anh di Vietnam Wedding Week 2026, Dylan mulai membangun cerita runway-nya sendiri.

Ia mungkin datang dari panggung seorang idol.

Namun, jika tiga opening walk ini menjadi petunjuk, momen fashion Dylan baru saja dimulai.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

Related Stories

codeimg-561
  • Sosial Ekobis

Do Long Membuka Babak Baru Fashion Bridal Lewat The Prime di Vietnam Wedding Week 2026

Mandar News 29/08/2026
codeimg-560
  • Sosial Ekobis

Luu Viet Anh Menghidupkan Memori Budaya dalam Kisah Bridal Kontemporer di Vietnam Wedding Week 2026

Mandar News 29/08/2026
codeimg-559
  • Sosial Ekobis

Tiga Perspektif Melengkapi The Love City: Sensualitas, Menswear Modern, dan Romansa di Hari Kedua

Mandar News 29/08/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (58) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (47) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1386) Malunda (50) mamasa (451) mamuju (251) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (271) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (51) sulawesi barat (91) sulbar (1401) TMMD (56) Unsulbar (70) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d