Ilustrasi warga yang sedang berkumpul.
Mamasa, mandarnews.con – Warga Kabupaten Mamasa melontarkan keluhan terkait penempatan data mereka dalam pengelompokan desil, sebab dianggap tidak sesuai dengan keadaan ekonomi di lapangan.
Robinson, salah satu warga Dusun Kalimbuang Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, mengatakan jika dirinya berada di desil 7, padahal keadaan ekonominya sangat lemah.
“Sebenarnya saya sangat heran kenapa ditempatkan di desil 7 padahal keadaan ekonomi keluarga saya sangat memprihatinkan,” tutur Robinson kepada awak media belum lama ini.
Robinson menilai, penempatan desil tidak sesuai keadaan ekonomi yang ada dan berharap pemerintah meninjau ulang penempatan desil agar masyarakat kecil bisa ditempatkan sesuai kondisi ekonomi.
“Semoga pemerintah mendengar keluhan kami. Kasihan kami rakyat kecil yang dikategorikan mapan atau berpenghasilan tinggi atau sejahtera,” sebut Robinson.
Senada dengan Robinson, Yanti, warga Desa Balla Barat, Kecamatan Balla, juga mengeluhkan kalau dirinya tidak seharusnya berada pada desil enam karena kondisi ekonominya masih sangat jauh dari kata mapan, apalagi disebut berada.
“Seharusnya kami berada di desil 4 ke bawah, sebab kami berpenghasilan sangat rendah. Suami tidak berpenghasilan tetap, kadang ada kadang tidak. Saya dan suami bukan pegawai negeri, bukan juga pengusaha atau yang disebut berpenghasilan tinggi, karena yang masuk desil enam ternyata kategori mapan atau mandiri dan sudah termasuk orang berada,” terang Yanti, Jumat (7/8/2026).
Yanti berharap agar pemerintah mendengar jeritan rakyat dan segera mengevaluasi penempatan desil yang tidak sesuai.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mendapat tanggapan dari pihak pemerintah tentang keluhan masyarakat tersebut.
Desil sendiri adalah ukuran yang membagi data terurut menjadi sepuluh bagian yang merupakan pengelompokan masyarakat dalam tingkat kesejahteraan sosial, untuk menjadi acuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat agar tepat sasaran. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
