Foto bersama Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju, mahasiswa dan para siswa.
Mamuju, mandarnews.com – Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju bersama mahasiswa menyelenggarakan kegiatan Edukasi Kesehatan bertajuk “Waspada Asap Karhutla bagi Kehidupan Sehari-hari” pada Selasa, (20/10/26).
Kegiatan ini menyasar ratusan siswa di dua sekolah menengah atas di Kabupaten Mamuju, yaitu SMA Negeri 1 Sampaga dan SMA Negeri 1 Tommo, guna membekali generasi muda dengan pemahaman mitigasi risiko kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diinisiasi dan dipimpin langsung oleh tim dosen yang kompeten di bidangnya, yaitu Agus Erwin Ashari, SKM, M.Kes, Zrimurti Mappau, S.Si, M.Kes, dan Dr. Rahmat H. Saeni, MPH, serta dibantu aktif oleh perwakilan mahasiswa, Isma Ramadani dan Ayuni Salsa Anggreni.
Langkah ini diambil sebagai respons preventif terhadap ancaman kabut asap musiman yang sering kali mengganggu aktivitas belajar mengajar serta berdampak buruk pada kualitas udara dan kesehatan pernapasan remaja di wilayah Kabupaten Mamuju.
Dalam pemaparannya, tim pengabdi memberikan edukasi interaktif mengenai zat bahaya yang terkandung dalam asap karhutla, ancaman penyakit seperti Infeksi Saluran Penyerapasan Akut (ISPA), hingga langkah taktis perlindungan diri sehari-hari.
Tidak hanya memberikan teori, tim pengabdi bersama mahasiswa juga melakukan aksi nyata dengan melakukan pembagian masker secara gratis kepada seluruh siswa dan guru yang hadir untuk langsung digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
“Remaja dan siswa sekolah merupakan kelompok aktif yang mobilitasnya tinggi, sehingga sangat rentan terpapar udara buruk. Melalui edukasi dan pembagian masker ini, kami ingin para siswa tidak hanya siap secara wawasan, tetapi juga memiliki sarana fisik untuk melindungi diri mereka dan menjadi agen perubahan yang menyebarkan informasi waspada karhutla ini di lingkungan sekitar,” ujar Agus Erwin Ashari, SKM, M.Kes selaku perwakilan tim pengabdi.
Pihak sekolah, baik dari SMAN 1 Sampaga maupun SMAN 1 Tommo, menyambut baik dan mengapresiasi kontribusi nyata dari para akademisi ini.
Kegiatan ditutup dengan simulasi kesiapsiagaan menghadapi kabut asap, cara pemakaian masker yang benar dan efektif, serta media edukasi kesehatan kepada pihak sekolah.
Melalui program pengabdian masyarakat ini, tim pengabdi berharap derajat kesehatan masyarakat sekolah di Kabupaten Mamuju dapat meningkat dan tercipta lingkungan belajar yang lebih tanggap serta adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan bencana lingkungan. (Ptr/rls)
