Rapat rencana kerja Komisi I DPRD Polewali Mandar dengan Damkar dan Satpol PP.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Pemadam Kebakaran (Damkar) Polewali Mandar meminta agar kedepannya, utamanya di penganggaran tahun 2027, lebih mendapat perhatian, terkhusus soal sarana dan prasarana penunjang kerja mereka di lapangan.
Permintaan tersebut dikemukakan oleh pemadam kebakaran pemula yang mewakili Damkar dalam rapat rencana kerja bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Rudini Abbas.
Ia menyebutkan, dari enam unit armada pemadam yang dimiliki Damkar, dua di antaranya rusak berat sehingga yang berfungsi maksimal hanya empat unit.
Padahal, kesiagaan Damkar, termasuk personel serta sarana dan prasarananya sangat penting di tengah kondisi puncak musim kemarau dan El Nino yang sedang terjadi.
“Tahun ini anggaran operasional hanya Rp127 juta, padahal tiap tahun dianggarkan operasional untuk sarana, seperti selang,” ucap Rudini di ruang rapat Komisi I, Rabu (29/7/2026).
Karena itu, Rudini meminta agar DPRD Polewali Mandar bisa membantu agar dua unit mobil pemadam yang rusak berat bisa diperbaiki.
“Untuk tahun ini, anggaran pemadam kebakaran memang sangat minim. Mungkin karena adanya efisiensi. Namun, bagaimanapun juga, Damkar harus tetap dikembangkan, sebab kami senantiasa berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Rudini.
Dirinya mengungkapkan, kasus kebakaran yang terjadi pada tahun 2026 ini ada sekitar 47 kasus. Ditambah dengan kegiatan penyelamatan, pembersihan, dan penanganan hewan-hewan liar.
Rudini juga menekankan, tugas Damkar bukan hanya menangani kebakaran, tetapi juga melakukan penyelamatan dan membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Sementara itu, menghadapi puncak musim kemarau dan El Nino, Rudini mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan.
“Terutama bagi masyarakat yang memiliki kebun, jangan membakar sisa-sisa atau hasil pembersihan kebun secara sembarangan, karena hal dapat membahayakan warga dan lingkungan di sekitar kebun,” tukas Rudini.
Menanggapi permintaan tersebut, anggota Komisi I DPRD Polewali Mandar, Ilham, meminta agar Damkar menyampaikan data riil perihal kasus kebakaran.
Menurut Ilham, selain pemadaman kebakaran, Damkar juga dinilai perlu melakukan sosialisasi tentang bahaya kebakaran dan hal-hal yang bisa diperbuat untuk mencegah potensi kebakaran.
“Percuma pemadam kebakaran banyak kalau kasusnya juga banyak. Kita tidak menafikan campur tangan Tuhan dalam kebakaran, tapi beberapa kasus kebakaran diakibatkan oleh kelalaian manusia. Inilah yang perlu sosialisasi,” tutup Ilham. (ilm)
