Program Studi Agroekoteknologi Unsulbar menggelar Pelatihan bertajuk Peningkatan Keterampilan Budidaya Cabai Berbasis Sumber Daya Lokal di Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sabtu (3/10/26).
Majene, mandarnews.com – Program Studi Agroekoteknologi Unsulbar menggelar Pelatihan bertajuk Peningkatan Keterampilan Budidaya Cabai Berbasis Sumber Daya Lokal di Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sabtu (3/10/26).
Kegiatan ini merupakan Rangkaian Pengabdian Kepada Masyarakat Untuk Pencapaian SDGs.
Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Ihsan Arham menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan upaya Unsulbar untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
“Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs 1 tanpa kemiskinan, SDGs 2 tanpa kelaparan, serta SDGs 4 Pendidikan Berkualitas”, tutur Ihsan yang juga merupakan Ketua SDGs Center Unsulbar.
Menurutnya, topik pemanfaatan pekarangan dalam budidaya tanaman cabai dipilih sebagai bentuk implementasi disiplin ilmu agroekoteknologi yang mudah untuk diterapkan oleh berbagai kalangan, dari pemuda hingga ibu rumah tangga.
“Sehingga, melalui kegiatan ini kelompok masyarakat non-produktif secara ekonomi dapat berperan serta dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga bahkan menjadi sebagai sumber penghasilan baru bagi keluarga” ungkap Ihsan dalam sambutan pembukaan acara.
Kegiatan yang melibatkan tim dosen, mahasiswa, dan pemuda setempat ini merespons kebutuhan masyarakat akan ketersediaan pangan mandiri di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Melalui pendekatan ekologi pertanian dan teknologi tepat guna, lahan pekarangan yang sebelumnya dibiarkan kosong kini disulap menjadi area budidaya tanaman produktif, seperti cabai dengan sistem tanam yang efisien melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
“Kita membekali keterampilan bagi peserta kegiatan dalam memaksimalkan potensi sumber daya lokal. Sistem budidaya yang efisien, memanfaatkan lahan yang sempit, dan tidak bergantung pada benih, pupuk, dan pestisida dari luar, sehingga modalnya rendah dan tentunya dapat menguntungkan” jelas ihsan.
“Ke depannya, Program Studi Agroekoteknologi Unsulbar berharap Kelurahan Baruga dapat menjadi desa percontohan untuk kawasan agroekonomi mandiri di wilayah Majene dan sekitarnya. Evaluasi berkala dan pendampingan lanjutan akan terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program ini” Ihsan menambahkan.
Terdapat tiga materi pelatihan yang diberikan. Pertama, persiapan media tanam yang baik dengan menggunakan kompos berbasis limbah rumah tangga. Kedua, perlakuan produksi benih dan bibit cabai. Ketiga, perawatan dan pengendalian hama pada tanaman cabai.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Appe Sulapa Kelurahan Baruga , Abdul Halim menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini bahkan dalam jangka waktu yang panjang.
“Kegiatan ini sangat bagus karena berangkat dari kebutuhan masyarakat, khususnya keperluan rumah tangga. Kami dilatih untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang tidak begitu luas untuk dimaksimalkan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan” tutur Halim.
(Ptr/rls)
