Skip to content
24/04/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Harga Emas Menguat
  • Sosial Ekobis

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Harga Emas Menguat

Mandar News 14/11/2025 3 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
public

Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi pusat perhatian pasar global seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang kini semakin “terdiskon” dalam harga. Pergerakan emas pekan ini hingga minggu depan berpotensi memasuki fase volatilitas yang lebih tinggi, dengan fokus utama pada nada pernyataan Fed dalam pertemuan mendatang.

Harga emas saat ini masih berada dalam jalur kenaikan yang cukup kuat. Permintaan yang solid dari bank sentral global serta pembelian oleh investor institusi menunjukkan bahwa apresiasi harga emas bukan sekadar hasil spekulasi jangka pendek, melainkan didukung oleh fundamental yang kokoh. 

Dari perspektif teknikal, analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kombinasi pergerakan candlestick hingga sinyal dari indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish di XAU/USD masih dominan. Struktur harga memperlihatkan serangkaian higher highs dan higher lows yang menjadi tanda penguatan tren jangka menengah. Namun, Nugraha memperingatkan bahwa pasar perlu tetap memperhatikan level-level kunci yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika tekanan bullish berlanjut, XAU/USD diperkirakan berpotensi naik hingga ke area $4.381 pada minggu depan, sebuah target yang mencerminkan kelanjutan tren kenaikan dalam struktur harga.

Namun, skenario alternatif perlu diwaspadai: jika harga emas mengalami reversal dan menembus key point $3.867, maka ada potensi penurunan lebih dalam menuju $3.718. Level ini menjadi batas bawah penting yang dapat memicu perubahan sentimen dari bullish menjadi netral atau bahkan bearish dalam jangka pendek.

Faktor utama pendorong reli adalah ekspektasi pasar mengenai pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember. Namun, menariknya, ekspektasi ini disebut sudah sangat diperhitungkan dan diantisipasi pasar, sehingga respon emas terhadap keputusan tersebut bergantung pada nada kebijakan Fed selanjutnya.

Apabila Fed mempertahankan sikap hati-hati misalnya dengan mengisyaratkan cut and pause, emas justru bisa mengalami koreksi jangka pendek. Hal ini terjadi karena pasar yang sudah sangat agresif dalam memproyeksikan pemangkasan suku bunga dapat mengevaluasi ulang posisi mereka apabila Fed memberikan sinyal bahwa jalur pelonggaran tidak akan berlangsung secepat harapan. Sebaliknya, jika Fed membuka peluang pelonggaran lanjutan di awal 2025, momentum bullish emas berpotensi berlanjut lebih kuat.

Sentimen pendukung lainnya datang dari pelemahan Dolar AS dan stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika Dolar melemah, biaya peluang memegang emas menurun, sehingga logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi investor. Selain itu, ketidakpastian global terkait inflasi, potensi perlambatan ekonomi, dan risiko geopolitik turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, Andy juga menegaskan bahwa skenario sebaliknya tetap mungkin terjadi. Jika ekonomi AS menunjukkan kekuatan lebih besar dari ekspektasi dan inflasi kembali menanjak, maka imbal hasil obligasi dan Dolar AS dapat kembali menguat, tekanan bagi emas berpotensi meningkat dan memicu koreksi yang lebih dalam.

Secara keseluruhan, emas tetap berada dalam jalur bullish dengan peluang kenaikan yang terbuka lebar. Namun, pasar sangat sensitif terhadap perubahan nada kebijakan Fed, menjadikan pertemuan bank sentral tersebut sebagai faktor penentu arah harga emas dalam beberapa minggu ke depan.

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Thermax Percepat Efisiensi Energi dan Air di Asia Tenggara dengan Teknologi Closed-Loop Cooling Towers
Next: Mall @ Alam Sutera Hadirkan Sport & Leisure Destination untuk Komunitas

Related Stories

codeimg-423
  • Sosial Ekobis

BRI Finance Perkuat Awareness Pembiayaan Komersial di Ajang LiuGong Customer Gathering 2026

Mandar News 23/04/2026
codeimg-422
  • Sosial Ekobis

Rupiah Kembali Tertekan Ke-level Terendah Rp17.300 per Dolar AS, Trading Volume $USDT dan $BTC di Bittime Melonjak dalam 24 Jam

Mandar News 23/04/2026
codeimg-421
  • Sosial Ekobis

Perkuat Konektivitas Menuju Kawasan Wisata Unggulan, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Akses Ratu Boko Jalan Tol Jogja-Solo

Mandar News 23/04/2026
Rumah Snack Homemade
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (46) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1370) Malunda (49) mamasa (449) mamuju (250) mandar (223) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (114) pemprov sulbar (62) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (268) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (57) Sosialisasi (49) sulawesi barat (90) sulbar (1383) TMMD (56) Unsulbar (65) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d