Skip to content
02/07/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia
  • Sosial Ekobis

Global Energy Alliance for People and Planet Bersama Mitra Dorong Solusi Terintegrasi bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Mandar News 02/07/2026 4 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-52

Jakarta, 26 Juni 2026 — Masyarakat pesisir Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi biru nasional. Namun, di balik besarnya potensi sektor perikanan, akuakultur, dan industri berbasis kelautan, banyak masyarakat pesisir yang masih menghadapi ketidakstabilan pendapatan meskipun berkontribusi besar terhadap nilai ekonomi yang dihasilkan.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor perikanan Indonesia pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi sebesar US$6,27 miliar. Indonesia juga memiliki cadangan karbon mangrove terbesar di dunia, dengan sekitar 3,1 miliar ton karbon yang tersimpan di ekosistem pesisir. Namun, keterbatasan fasilitas rantai dingin (cold storage), kapasitas pengolahan, infrastruktur logistik, dan akses pasar menyebabkan sebagian besar nilai ekonomi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat di wilayah penghasilnya.

Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) bekerja sama dengan Konservasi Indonesia serta berbagai mitra, termasuk International Pole and Line Foundation (IPNLF) dan GIZ, untuk mendukung masyarakat pesisir di Maluku dalam mengidentifikasi kebutuhan lokal sekaligus mengembangkan solusi terintegrasi yang mampu memperkuat mata pencaharian, meningkatkan ketahanan masyarakat, serta melindungi ekosistem laut yang menjadi penopang kehidupan mereka.

“Masyarakat pesisir Indonesia sejatinya telah memiliki sumber daya, pengetahuan, dan potensi ekonomi yang dibutuhkan untuk berkembang,” ujar Rizky Fauzianto, Indonesia Country Lead, Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP). “Tantangannya adalah memastikan investasi pada energi bersih, infrastruktur, akses pasar, dan pengelolaan ekosistem berjalan secara terpadu sehingga masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari hasil yang mereka ciptakan.”

Di banyak desa nelayan, para nelayan kerap kembali dari melaut dengan hasil tangkapan yang melimpah. Namun, keterbatasan akses terhadap es, fasilitas penyimpanan dingin, dan transportasi yang andal memaksa mereka menjual hasil tangkapan secepat mungkin dengan harga yang lebih rendah. Di beberapa wilayah, kehilangan hasil pascapanen bahkan dapat mencapai 30–50 persen. Kondisi serupa juga dialami petani rumput laut. Dari total produksi rumput laut Indonesia yang mencapai 10,8 juta ton pada tahun 2024, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan baku kering, alih-alih diolah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.

Ketersediaan energi yang andal menjadi salah satu kunci untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Di banyak pulau terpencil dan kawasan Indonesia Timur, masyarakat masih bergantung pada generator diesel, dengan pasokan bahan bakar yang harus diangkut melalui jalur laut dalam jarak yang jauh. Kondisi ini membuat biaya listrik menjadi mahal sekaligus rentan terhadap gangguan pasokan.

Penerapan solusi energi bersih yang sesuai dengan kebutuhan lokal dapat mendukung operasional produksi es, fasilitas penyimpanan dingin, pengolahan hasil perikanan, sistem refrigerasi, konektivitas digital, layanan kesehatan, hingga pengembangan usaha kecil. Dengan memungkinkan produk disimpan lebih lama dan dipasarkan secara lebih optimal, akses terhadap energi yang andal dapat membantu masyarakat menjangkau pasar dengan nilai tambah yang lebih tinggi sekaligus membangun perekonomian lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Inisiatif ini diwujudkan dalam sebuah pendekatan bertajuk “Sun to Sea”, yang menghubungkan pemanfaatan energi untuk kegiatan produktif dengan penguatan mata pencaharian berkelanjutan serta pengelolaan ekosistem. Peningkatan akses terhadap energi yang andal untuk mendukung rantai dingin (cold chain) dan berbagai kegiatan produktif lainnya dapat mengurangi kehilangan hasil pascapanen, menekan tekanan terhadap sumber daya perikanan, serta menciptakan mata pencaharian masyarakat pesisir yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Ekosistem pesisir yang sehat juga memegang peranan yang sama pentingnya. Hutan mangrove, seagrass meadows, dan terumbu karang berkontribusi terhadap produktivitas perikanan, melindungi garis pantai dari abrasi dan cuaca ekstrem, sekaligus menjadi penopang utama mata pencaharian masyarakat setempat. Ketika masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian, mereka akan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk berinvestasi dalam pengelolaan jangka panjang terhadap sumber daya alam yang menjadi fondasi perekonomian mereka.

Inisiatif ini sejalan dengan berbagai prioritas pembangunan nasional Indonesia, termasuk program Kampung Nelayan Merah Putih yang menargetkan pengembangan 5.000 kampung nelayan melalui pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, serta program 100GW Village Solarisation yang bertujuan memperluas akses terhadap energi surya sekaligus mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang berbiaya tinggi.

“The opportunity is to connect these investments at the community level,” Fauziano added. “When energy, livelihoods, market access, conservation and resilience are designed together, they can reinforce one another in ways that standalone projects cannot.”

“Peluang terbesar yang kita miliki adalah menghubungkan berbagai investasi tersebut di tingkat komunitas,” tambah Rizky Fauzianto. “Ketika energi, mata pencaharian, akses pasar, konservasi, dan ketahanan masyarakat dirancang untuk saling terhubung, masing-masing akan saling mendukung satu sama lain dengan cara yang tidak dapat dicapai melalui proyek-proyek yang berjalan sendiri-sendiri.”

Sebagai langkah awal, para mitra akan mendampingi sejumlah komunitas percontohan (pilot communities) untuk menguji sekaligus menyempurnakan model pembangunan yang dipimpin oleh masyarakat lokal. Dukungan melalui catalytic grants dan pendanaan filantropi diharapkan dapat menghasilkan pembelajaran awal, mengurangi risiko implementasi, serta memperkuat kapasitas masyarakat. Setelah model tersebut terbukti efektif, pemerintah, lembaga pembiayaan pembangunan, pelaku usaha, dan investor diharapkan dapat mendukung replikasi solusi yang layak diterapkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia.

Melalui keterhubungan antara energi bersih, peningkatan peluang ekonomi, dan pengelolaan ekosistem, Indonesia memiliki peluang untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih optimal oleh masyarakat pesisir yang selama ini menjadi penggerak utamanya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif
Next: BP Tapera Dampingi Kunjungan Kerja Menteri PKP Tinjau Keterhunian Rumah FLPP di Kabupaten Malang

Related Stories

codeimg-65
  • Sosial Ekobis

Pererat Sinergi dan Tingkatkan Kebugaran, BRI Region 6 Gelar Futsal Persahabatan Bersama PT BKS

Mandar News 02/07/2026
codeimg-66
  • Sosial Ekobis

LRT Jabodebek Jadi Rujukan ASDP untuk Pengembangan Layanan Transportasi Publik

Mandar News 02/07/2026
codeimg-64
  • Sosial Ekobis

Kolaborasi SUCOFINDO–ABPEDNAS Hadirkan Akses Air Bersih bagi Desa Pulau Semambu

Mandar News 02/07/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (46) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1381) Malunda (50) mamasa (449) mamuju (250) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (270) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (49) sulawesi barat (90) sulbar (1393) TMMD (56) Unsulbar (66) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d