Skip to content
28/09/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Harga Minyak Naik di Tengah Konflik AS-Iran, Ini Analisis WTI Hari Ini
  • Sosial Ekobis

Harga Minyak Naik di Tengah Konflik AS-Iran, Ini Analisis WTI Hari Ini

Mandar News 28/09/2026 3 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-513

Harga minyak West
Texas Intermediate (WTI) kembali menjadi perhatian pasar di tengah perkembangan
negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kondisi pasokan minyak global.
Pada awal perdagangan pekan ini, harga minyak menguat lebih dari 1% setelah AS
dan Iran belum mencapai kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, dari sisi teknikal, pergerakan WTI masih menghadapi potensi tekanan
bearish.

Berdasarkan
analisis Dupoin Futures, harga minyak WTI pada timeframe Daily mulai memasuki
tren bearish baru setelah belum mampu ditutup di atas zona resistance
sebelumnya pada level 96.78–99.05. Kegagalan harga untuk menembus dan bertahan
di atas area tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual masih berpotensi
mendominasi pergerakan WTI.

Geraldo Kofit,
analis Dupoin Futures, mengatakan kondisi tersebut membuka peluang bagi harga
minyak untuk melanjutkan pelemahan menuju zona support terdekat di 88.70–86.54.
Level tersebut menjadi area yang perlu diperhatikan apabila tekanan bearish
kembali menguat pada perdagangan hari ini.

Selain level
support dan resistance, struktur teknikal WTI juga menunjukkan terbentuknya
pola ABC Correction. Pola tersebut semakin diperkuat oleh kemunculan Bearish
Engulfing yang mengindikasikan adanya tekanan jual setelah harga mengalami fase
kenaikan sebelumnya. Dengan kombinasi kedua pola tersebut, potensi pelemahan
WTI masih terbuka selama harga belum mampu kembali menembus resistance
96.78–99.05.

Meski demikian,
pergerakan minyak tetap sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik di
Timur Tengah. Harga minyak pada Senin, 28 September 2026, naik lebih dari 1%
setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran yang
berkaitan dengan penyelesaian konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kondisi tersebut mempertahankan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan
pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Reuters melaporkan
bahwa Brent naik sekitar 1,27% menjadi US$105,64 per barel, sementara WTI berada
di sekitar US$93,11 per barel pada awal perdagangan Senin. Pasar juga masih
menunggu perkembangan negosiasi AS-Iran yang diperkirakan berlanjut pada pekan
ini.

Di sisi lain,
terdapat faktor yang dapat membatasi kenaikan harga minyak. Arus ekspor minyak
Timur Tengah mulai mengalami pemulihan setelah sebelumnya terganggu akibat
konflik. Reuters mencatat peningkatan aliran minyak melalui kawasan tersebut,
termasuk pemulihan aktivitas ekspor Arab Saudi, sehingga perbaikan pasokan
dapat mengurangi tekanan kenaikan harga apabila berlangsung lebih jauh.

Kondisi tersebut
membuat pasar minyak berada di antara dua sentimen yang berlawanan. Risiko
gangguan pasokan akibat konflik dan ketidakpastian Selat Hormuz memberikan
dukungan terhadap harga WTI, sedangkan pemulihan arus minyak berpotensi menahan
penguatan lebih lanjut.

Menurut Dupoin
Futures
, perkembangan negosiasi AS-Iran dan arus pasokan melalui Selat Hormuz
akan menjadi katalis utama yang perlu diperhatikan. Dari sisi teknikal,
resistance 96.78–99.05 menjadi area penting untuk menentukan perubahan struktur
harga.

Dengan demikian,
prediksi harga minyak WTI hari ini masih menghadapi risiko pelemahan dari
perspektif teknikal. Selama WTI belum mampu menembus dan bertahan di atas
resistance 96.78–99.05, harga berpotensi melanjutkan tren bearish menuju
support 88.70–86.54. Namun, perubahan signifikan pada kondisi geopolitik atau
gangguan baru terhadap pasokan dapat meningkatkan volatilitas dan mengubah
dinamika pergerakan minyak.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Menikmati September Yang Lebih Aktif Bersama Sweatember di Mall @ Alam Sutera
Next: USDJPY Mulai Masuk Tren Bearish, Dupoin Futures Soroti Level 156.937

Related Stories

codeimg-518
  • Sosial Ekobis

90% UMKM RI Belum Optimalkan AI, yang Sudah Pakai Pun Lupa Cek Hal Ini

Mandar News 28/09/2026
codeimg-517
  • Sosial Ekobis

Raih Rating A+++ Bappebti, HSB Investasi Buktikan Jadi Aplikasi Trading yang Taat Regulasi di Indonesia

Mandar News 28/09/2026
codeimg-516
  • Sosial Ekobis

IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Warga

Mandar News 28/09/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (58) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (47) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1388) Malunda (50) mamasa (451) mamuju (251) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (271) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (51) sulawesi barat (91) sulbar (1402) TMMD (56) Unsulbar (70) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d