Skip to content
30/09/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Harga Minyak WTI Hari Ini Berpotensi Turun, Ini Analisis Dupoin Futures
  • Sosial Ekobis

Harga Minyak WTI Hari Ini Berpotensi Turun, Ini Analisis Dupoin Futures

Mandar News 30/09/2026 3 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-577

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) masih bergerak dalam kondisi volatil di tengah ketidakpastian geopolitik dan perkembangan pasokan minyak global. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, secara teknikal WTI masih menghadapi potensi tekanan karena harga belum mampu menembus area supply 96.50–99.06.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat bahwa kegagalan harga WTI melakukan penutupan di atas area supply 96.50–99.06 menjadi sinyal yang perlu diperhatikan. Kondisi tersebut membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction yang dapat membawa harga kembali bergerak menuju area support berikutnya.

Menurut analisis Dupoin Futures, apabila tekanan jual berlanjut, WTI berpotensi menguji support pada area 88.67–86.61. Area tersebut menjadi zona penting bagi pergerakan WTI karena dapat menentukan apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi pelemahan yang lebih panjang.

Meski demikian, Dupoin Futures menilai faktor fundamental masih dapat memberikan dukungan terhadap harga minyak. Pada perdagangan Rabu, 30 September, WTI tercatat naik sekitar 0,34 dolar AS menjadi US$89,72 per barel. Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump membantah adanya kesediaan untuk memberikan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Ketidakpastian mengenai hubungan AS-Iran kembali meningkatkan perhatian pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi.

Di sisi lain, terdapat perkembangan yang dapat meredakan tekanan pasokan. Reuters melaporkan bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah mulai kembali pulih, termasuk kembalinya aktivitas pengiriman Arab Saudi melalui pelabuhan Laut Merah setelah East-West Pipeline kembali beroperasi. Ekspor minyak mentah regional juga telah mencapai level tertinggi sejak Februari. Kondisi tersebut dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.

Dupoin Futures juga mencermati perkembangan persediaan minyak Amerika Serikat. Data American Petroleum Institute atau API menunjukkan kenaikan persediaan minyak mentah dan bensin, sementara stok distilat mengalami penurunan. Pasar selanjutnya menunggu data resmi Energy Information Administration (EIA) untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai kondisi persediaan energi AS.

Dari sisi teknikal, Dupoin Futures menilai perbedaan antara dukungan fundamental dan struktur harga perlu menjadi perhatian. Geopolitik masih memberikan katalis positif bagi minyak, tetapi secara teknikal WTI belum mampu menembus supply 96.50–99.06. Kegagalan tersebut membuka ruang bagi pola ABC Correction.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menyebut area 88.67–86.61 sebagai support yang perlu diperhatikan apabila koreksi berlanjut. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas supply 96.50–99.06, tekanan korektif masih berpotensi muncul.

Dengan demikian, berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga WTI masih memiliki peluang bergerak melemah menuju support 88.67–86.61. Namun, perkembangan konflik AS-Iran, jalur diplomasi, kondisi pasokan Timur Tengah, serta data persediaan minyak AS tetap menjadi faktor penting yang dapat mengubah dinamika harga minyak dalam waktu dekat.

Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu mencermati kombinasi antara struktur teknikal dan perkembangan fundamental sebelum menentukan strategi perdagangan WTI, mengingat volatilitas minyak masih tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik dan perubahan ekspektasi pasokan global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Trump Dorong Self-Regulation AI, Bos Teknologi AS Sepakati Komitmen Keselamatan
Next: Dupoin Futures Soroti Potensi Pelemahan USDJPY di Tengah Risiko Intervensi Jepang

Related Stories

codeimg-591
  • Sosial Ekobis

Bitcoin Berpotensi Hadapi Oktober yang Volatil, Level US$87.000 Jadi Sorotan

Mandar News 30/09/2026
codeimg-590
  • Sosial Ekobis

RILiaN Culture Festival BO Kramat Jati, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

Mandar News 30/09/2026
codeimg-589
  • Sosial Ekobis

BRI BO Tanah Abang Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

Mandar News 30/09/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (58) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (47) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1388) Malunda (50) mamasa (451) mamuju (251) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (271) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (51) sulawesi barat (91) sulbar (1402) TMMD (56) Unsulbar (70) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d