Skip to content
12/10/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
  • Sosial Ekobis

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Mandar News 12/10/2026 3 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-264

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus area resistance US$90,14. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, kegagalan tersebut diikuti pembentukan Swing High baru yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual setelah harga mengalami penguatan dalam tren sekunder.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga minyak. Dalam grafik harian, WTI berpotensi membentuk pola ABC Correction, yaitu pola koreksi yang dapat muncul setelah pergerakan harga mengalami kenaikan sebelumnya. Apabila tekanan bearish berlanjut, harga minyak berpeluang menguji area support US$86,82 hingga US$84,34.

Menurut analisis Dupoin Futures, level resistance US$90,14 menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk menilai kekuatan pergerakan harga selanjutnya. Kegagalan menembus resistance tersebut menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Selama harga masih berada di bawah area resistance, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.

Dari sisi fundamental, harga minyak WTI turut dipengaruhi perkembangan hubungan Rusia dan Ukraina. Harapan tercapainya gencatan senjata di sektor energi memunculkan kemungkinan meningkatnya pasokan minyak dan energi ke pasar. Jika risiko gangguan pasokan berkurang, ekspektasi ketersediaan energi yang lebih besar dapat menekan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga WTI dilaporkan berada di sekitar US$90,55 per barel setelah mengalami penurunan. Meski demikian, perkembangan terkait gencatan senjata masih perlu dicermati karena pengumuman dan pelaksanaannya belum sepenuhnya memberikan kepastian. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan perubahan sentimen dalam waktu singkat.

Dupoin Futures juga menyoroti risiko geopolitik di Timur Tengah yang dapat membatasi penurunan harga minyak. Konflik regional dan laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak global, sehingga gangguan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasokan dan memicu kenaikan harga.

Situasi ini membuat pergerakan WTI menghadapi dua sentimen yang berlawanan. Di satu sisi, prospek gencatan senjata Rusia-Ukraina berpotensi mengurangi kekhawatiran pasokan dan memperkuat tekanan bearish. Di sisi lain, risiko gangguan distribusi minyak di Timur Tengah dapat menjadi faktor pendukung harga dan mendorong pemulihan apabila situasi memburuk.

Dalam analisis Dupoin Futures, skenario penurunan menuju US$86,82–US$84,34 perlu diperhatikan selama tekanan jual masih mendominasi dan harga belum mampu melewati resistance US$90,14. Namun, perkembangan geopolitik yang meningkatkan risiko pasokan dapat mengubah arah pergerakan harga dan melemahkan skenario koreksi tersebut.

Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai pemantauan level teknikal dan berita fundamental tetap penting dalam membaca prospek minyak WTI. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan Rusia-Ukraina, situasi di Timur Tengah, serta kondisi distribusi energi global karena kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga minyak.

Analisis ini merupakan gambaran skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga. Keputusan perdagangan tetap perlu mempertimbangkan risiko, volatilitas, serta perubahan informasi yang dapat memengaruhi pasar minyak mentah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Related Stories

codeimg-263
  • Sosial Ekobis

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Mandar News 12/10/2026
codeimg-262
  • Sosial Ekobis

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Mandar News 12/10/2026
codeimg-261
  • Sosial Ekobis

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Mandar News 12/10/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (58) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (47) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1389) Malunda (50) mamasa (451) mamuju (251) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (271) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (51) sulawesi barat (91) sulbar (1404) TMMD (56) Unsulbar (70) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d