Pelaksanaan Imigrasi Goes to School oleh Kanim Polewali Mandar di MAN 2 Polewali Mandar.
Polewali Mandar, mandarnews.com – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Polewali Mandar menyambangi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Polewali dalam kegiatan bertajuk “Imigrasi Goes to School”, Rabu (4/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kanim Polewali Mandar memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas) sekaligus mengedukasi perihal keimigrasian kepada puluhan pelajar dan guru-guru di MAN 2 Polewali.
“Maksud dan tujuan Imigrasi Goes to School ini adalah untuk memberikan edukasi kepada adik-adik siswa-siswi terkait masalah keimigrasian. Mengingat mereka sebentar lagi akan lulus, tidak menutup kemungkinan sebagian dari mereka akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri, contohnya ke Kairo, Mesir,” ujar Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kanim Polewali Mandar, Hendra Saputra, kepada awak media di sela-sela kegiatan.
Oleh karena itu, tambah Hendra, para pelajar itu membutuhkan informasi terkini dan kredibel mengenai masalah keimigrasian.
“Kemudian, tujuan kedua adalah menyosialisasikan sekolah kedinasan kami, yaitu Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pendidikan di sekolah kedinasan ini ditempuh selama empat tahun dan berlokasi di Tangerang,” kata Hendra.
Karena itu, bagi pelajar yang selama ini masih berpikir untuk melanjutkan pendidikan di kampus atau universitas, ada pilihan lain, yaitu masuk ke sekolah kedinasan keimigrasian.
Adapun kelebihan Poltek Imipas dibandingkan sekolah lain adalah seluruh siswa diasramakan. Mulai dari tempat tinggal hingga makanan, semuanya ditanggung oleh negara.
“Para siswa menempuh pendidikan selama empat tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka langsung ditempatkan di kantor imigrasi yang tersebar di seluruh Indonesia,” sebut Hendra.
Ia menyampaikan, sebelum masuk ke Poltek Imipas, para calon taruna harus mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) sebagaimana seleksi sekolah kedinasan lainnya.
Setelah dinyatakan lulus seleksi, para taruna tersebut sudah berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Sesudah tamat dari kampus, mereka ditempatkan di kantor imigrasi di seluruh Indonesia dan mengikuti pendidikan serta pelatihan dasar (latsar) untuk kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Foto bersama kegiatan Imigrasi Goes to School di MAN 2 Polewali Mandar.
Kepala MAN 2 Polewali Mandar, Hj. Bungarosi, menyambut baik kegiatan Imigrasi Goes to School yang dilakukan oleh Kanim Polewali Mandar di sekolahnya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, bukan hanya bagi siswa-siswi yang ada di madrasah ini, tetapi juga bagi kami, mulai dari kepala madrasah hingga para guru. Kami semua sangat antusias mengikuti sosialisasi ini,” ucap Hj. Bungarosi.
Selama ini, lanjut Hj. Bungarosi, ada beberapa hal terkait keimigrasian yang mungkin masih disalahpahami. Melalui kegiatan hari ini, peserta pun menjadi lebih mengerti bagaimana alur dan prosedur dalam mengurus berbagai keperluan keimigrasian.
Hj. Bungarosi pun mengaku sangat senang karena mendapatkan informasi mengenai sekolah kedinasan. Sebab, selama ini sosialisasi yang diterima lebih banyak berasal dari berbagai perguruan tinggi, tetapi hampir tidak pernah ada sosialisasi mengenai sekolah kedinasan di bidang imigrasi yang lulusannya berpeluang bekerja di kantor imigrasi.
Salah satu peserta Imigrasi Goes to School, Amri Utama, mengemukakan kalau ia mendapat informasi baru tentang Poltek Imipas usai mengikuti kegiatan.
“Dari sosialisasi imigrasi tadi, saya mendapatkan informasi tentang bagaimana cara masuk ke sekolah kedinasan imigrasi. Sebelumnya, saya hanya mengetahui jalur masuk ke kampus-kampus atau perguruan tinggi pada umumnya, tetapi belum mengetahui tentang sekolah kedinasan imigrasi,” tutur Amri.
Menurut Amri, dengan informasi yang diperoleh, dirinya memiliki lebih banyak pilihan ketika nantinya akan melanjutkan pendidikan dan bisa lebih awal mempersiapkan diri jika berminat mendaftar di Poltek Imipas. (ilm)
