Skip to content
15/04/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global
  • Sosial Ekobis

Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

Mandar News 15/04/2026 4 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-228

Jakarta — Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global. Upaya memperkuat industri tekstil nasional kini tidak hanya digerakkan oleh pelaku industri, tetapi juga didukung langsung oleh diplomasi antarnegara. Sebuah forum bisnis strategis yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama India ITME Society dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Bandung pada Senin (13/4/2026) lalu ini menjadi titik temu penting bagi kolaborasi kedua negara.

Acara yang dikemas dalam Business Networking Event ini mempertemukan delegasi industri tekstil India dengan puluhan perusahaan tekstil dan rekayasa tekstil Indonesia. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penjajakan kerja sama, tetapi juga sebagai ruang diskusi strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan besarnya potensi sektor ini dalam memperkuat hubungan kedua negara.

“Sektor tekstil memiliki potensi yang sangat besar untuk memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia. Kerangka seperti AITIGA dapat menjadi pendorong utama bagi peningkatan kolaborasi bilateral di bidang ini,” ujarnya.

Kolaborasi Industri sebagai Jawaban atas Tekanan Global

Di tengah meningkatnya tekanan global seperti lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok, kemitraan antara Indonesia dan India menjadi semakin relevan. Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara kekuatan manufaktur kedua negara.

Ketua India ITME Society, Ketan Sanghvi, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan kombinasi strategis yang saling melengkapi.

“India memiliki basis manufaktur mesin tekstil yang kuat di berbagai segmen, mulai dari spinning, weaving hingga processing. Sementara Indonesia memiliki pengalaman manufaktur serta pasar yang besar. Ini adalah kombinasi kekuatan yang akan menciptakan win-win solution bagi kedua negara,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tantangan global saat ini menuntut adanya inovasi dan modernisasi industri.

“Kolaborasi ini menjadi kunci menghadapi tekanan biaya energi, disrupsi rantai pasok, serta kebutuhan akan mesin hemat energi dan berteknologi tinggi. Kemitraan strategis akan menjadi fondasi pertumbuhan industri tekstil masa depan,” tambahnya.

Dorongan Modernisasi dan Efisiensi Industri Nasional

Dari sisi Indonesia, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, melihat kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan produktivitas industri tekstil nasional melalui adopsi teknologi baru.

“Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerja sama ini untuk saling belajar dan berkolaborasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kemajuan India dalam industri permesinan tekstil menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendorong efisiensi dan produktivitas.

“India saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil, sehingga produktivitasnya tinggi. Kami berharap anggota API dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri,” ujarnya.

Selain itu, Jemmy juga menegaskan bahwa pelaku industri tekstil Indonesia tengah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk efisiensi energi dan transformasi teknologi sebagai respons terhadap dinamika global.

Menjaga Keseimbangan antara Teknologi dan Tenaga Kerja

Meski transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak, forum ini juga menekankan pentingnya menjaga karakter industri tekstil sebagai sektor padat karya.

Jemmy menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan lapangan kerja.

“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” tegasnya.

Ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dalam proses transformasi industri.

“Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja juga tetap menjadi prioritas. Transformasi harus berjalan seimbang,” tambahnya.

Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi lain, tantangan global seperti kenaikan harga energi masih menjadi perhatian utama. Ketan Sanghvi mengakui bahwa lonjakan harga minyak mentah telah berdampak pada biaya produksi tekstil, terutama melalui kenaikan harga bahan baku sintetis.

“Harga minyak mentah meningkat, sehingga berdampak pada harga serat sintetis dan biaya produksi. Ini tentu menjadi tantangan bagi industri,” jelasnya.

Namun demikian, ia tetap optimistis bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.

Diplomasi Ekonomi sebagai Penggerak Industri Masa Depan

Keterlibatan Kedutaan Besar India dalam forum ini menunjukkan bahwa kerja sama industri kini semakin terintegrasi dengan diplomasi ekonomi. Selain memperkuat hubungan bilateral, forum ini juga membuka peluang investasi dan transfer teknologi yang lebih luas.

Indonesia bahkan diundang untuk berpartisipasi dalam Bharat Tex 2026, sebuah ajang tekstil berskala global yang menjadi etalase inovasi dan kolaborasi industri.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional, kolaborasi Indonesia–India di sektor tekstil diharapkan tidak hanya mampu menghadapi tantangan global, tetapi juga mendorong transformasi menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: 60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi
Next: PTPP Tegaskan Kesiapan Percepat Pembangunan Hunian Layak di Kawasan Senen

Related Stories

codeimg-230
  • Sosial Ekobis

Easter Lebih Seru dengan Blossom Beyond di Hublife

Mandar News 15/04/2026
codeimg-229
  • Sosial Ekobis

PTPP Tegaskan Kesiapan Percepat Pembangunan Hunian Layak di Kawasan Senen

Mandar News 15/04/2026
codeimg-227
  • Sosial Ekobis

60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi

Mandar News 15/04/2026
Rumah Snack Homemade
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (56) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (46) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1368) Malunda (48) mamasa (449) mamuju (250) mandar (223) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (114) pemprov sulbar (62) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (268) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (57) Sosialisasi (49) sulawesi barat (90) sulbar (1381) TMMD (56) Unsulbar (65) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d