Kebakaran lahan yang nyaris menjebak empat orang di Rambu Saratu, Mamasa.
Mamasa, mandarnews.com – Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mamasa, tepatnya di Dusun Pa’to Desa Rambu Saratu nyaris menjebak empat orang warga yang sedang memadamkan api di sekitar sekolah yang berada di desa tersebut.
Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa, Alfredi, peristiwa itu diketahui pertama kali dari laporan warga yang melihat kebunnya terbakar.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Basarnas, Pemadam, dan pihak kepolisian bergegas ke lokasi sehingga tidak menimbulkan korban.
“Hampir saja empat orang terjebak oleh api karena api sudah mengelilingi sekolah tersebut. Empat orang itu sedang berusaha memadamkan, beruntung kami tepat waktu di lokasi,” terang Alfredi saat dihubungi lewat WhatsApp, Jumat (2/10/2026).
Dinding sekolah sempat terbakar karena terbuat dari kayu. Keempat warga pun selamat walaupun ada satu orang yang rambutnya sempat terbakar namun tidak sampai terluka parah.
Hingga saat ini, api masih menyala dan sangat berpotensi mendekat ke pemukiman penduduk dikarenakan angin yang agak kencang.
“Karhutla ini sudah semakin menyebar dan sudah masuk ke wilayah desa lain, yaitu Desa Tondok Bakaru, tetangga Desa Rambu Saratu. Kebakaran ini lebih banyak menyasar perkebunan warga yang memiliki getah pinus sehingga api terus berkobar akibat getah pinus tersebut,” ucap Alfredi.
Hingga malam ini, BPBD terus di lokasi untuk memantau dan mengantisipasi agar api tidak sampai ke pemukiman warga.
Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah kelalaian warga yang membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Adapun identitas warga yang berhasil dievakuasi adalah Bonga Langi (64), Demianus (44), Semel (53), dan Abner (34) yang kesemuanya bekerja sebagai petani. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
