News

Merasa Dianaktirikan, Mahasiswa Tutar Gelar Unjuk Rasa

Polewali, mandarnews.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tubbi Taramanu Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Polewali Mandar di Jalan Manunggal Kelurahan Madatte Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar, Senin (17/12/2018).

Di bawah terik matahari yang menyengat, massa menyampaikan tuntutannya dalam pengawalan aparat kepolisian.

Tubbi Taramanu atau yang biasa disebut Tutar adalah salah satu kecamatan dengan jarak terjauh dari pusat kota kabupaten Polewali Mandar.

Pengunjuk rasa menyampaikan orasinya

Untuk menuju kota Kecamatan Tutar saja dengan akses jalan yang belum memadai memakan waktu berjam-jam, lebih-lebih jika setelah turun hujan. Tidak jarang, kendaraan harus berjibaku dengan lumpur di sepanjang jalan.

Persoalan infrastruktur inilah yang menjadi salah satu tuntutan massa dalam aksi unjuk rasa tersebut. Massa merasa Kecamatan Tutar dianaktirikan jika dibandingkan dengan kecamatan lain di Polewali Mandar.

Salah satu pengunjuk rasa bernama Mega dalam orasinya mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar dalam hal ini Bupati Andi Ibrahim Masdar tidak memperhatikan Kecamatan Tutar.

“Sudah 73 tahun Indonesia merdeka, tapi kenapa Kecamatan Tutar masih tertinggal? Tutar belum merdeka,” ujar Mega yang juga merupakan mahasiswi Universitas Sulawesi Barat ini.

Jenderal lapangan dalam aksi ini yaitu Abdul Anas menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi unjuk rasa tersebut.

“Kami menuntut perbaikan sekolah dan tenaga pengajar yang aktif. Bangun juga fasilitas kesehatan yang memadai serta tenaga medis yang bisa tinggal di Tutar,” kata Abdul Anas.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, massa mengancam akan menurunkan lebih banyak orang dalam aksi berikutnya. Selain itu, massa juga akan memblokir jalan menuju Kecamatan Tutar dan menuntut Bupati Andi Ibrahim Masdar turun dari jabatannya karena dinilai gagal mengemban amanah dari rakyat.

Massa terus meminta dipertemukan dengan Bupati Andi Ibrahim Masdar dan ngotot tidak menerima perwakilan atau dalam istilah mereka “antek-antek Bupati”.

Sekretaris Daerah (Sekda) Polewali Mandar Andi Parial Patajangi akhirnya menemui massa. Ia menjelaskan bahwa Bupati sedang tidak berada di tempat dan meminta lima orang perwakilan saja untuk masuk di ruangan Sekda membahas tuntutan.

Massa menolak penawaran dari Sekda Andi Parial Patajangi dan bersikeras menunggu Bupati Andi Ibrahim Masdar menemui mereka.

“Pak Bupati sedang tidak ada di kantor, beliau sedang menghadiri salah satu acara masyarakat di Kecamatan Binuang,” sebut Sekda Andi Parial Patajangi.

Terkait tuntutan mengenai infrastuktur, ia menguraikan bahwa pembangunan jalan ada yang di bawah penanganan kabupaten dan ada juga yang dibawahi oleh provinsi.

“Yang dituntut adalah jalan yang berada di bawah kewenangan provinsi. Untuk jalan yang ditangani oleh kabupaten kondisinya sudah lebih baik,” beber Sekda Andi Parial kepada awak media.

Sedangkan untuk sekolah, ia mengungkapkan di tahun 2017 dan tahun 2018, Tutar merupakan kecamatan dengan jumlah sekolah yang paling banyak diperbaiki di antara 16 kecamatan di Polewali Mandar.

Suasana unjuk rasa sempat diwarnai aksi saling dorong antara petugas dan massa yang memaksa masuk di Kantor Bupati. Situasi akhirnya dapat kembali kondusif dan massa membubarkan diri setelah beraksi selama kurang lebih dua jam lamanya.

Reporter : Ilma Amelia

Leave a Comment