Kesehatan

Melalui TMMD, Pemberian Edukasi kepada Masyarakat tentang Posbindu PTM di Awo Dilakukan

Penyuluhan Posbindu PTM oleh Satgas TMMD bersama Dinkes Majene kepada masyarakat Awo, Rabu (24/3) di gedung olahraga Desa Awo. 

Majene, mandarnews.com – Melalui program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa (TMMD), Komando Distrik Militer (Kodim) 1401 Majene menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene dalam rangka menyukseskan program non fisik TMMD Kodim di Awo.

Salah satu kegiatan yang kembali dilakukan Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama Dinkes Majene adalah Penyuluhan Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) kepada masyarakat Awo, Rabu (24/3) di gedung olahraga Desa Awo.

Komandan Satgas TMMD sekaligus Komandan Kodim 1401 Majene, Letnan Kolonel Infanteri (Letkol Inf) Yudi Rombe mengatakan, dengan melibatkan Dinkes Majene diharapkan masyarakat mempunyai kesadaran terhadap Posbindu PTM.

“PTM dianggap sebagai sesuatu yang biasa selama ini sehingga dengan dilakukannya hal seperti ini masyarakat mengetahui apa itu Posbindu PTM dan kedepan membudayakan gaya hidup sehat, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan faktor risiko penyakit tidak menular,” jelas Letkol Inf Yudi.

Di tempat yang sama, Nurfatma Chairani TPG mewakili Dinkes menyampaikan, Posbindu PTM adalah pos binaan terpadu yang menjadi wadah bagi masyarakat dalam melayani PTM.

“PTM sendiri ialah penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan hidup seseorang, contoh diabetes, asam urat, hipertensi, dan lain-lain,” ungkap Nurfatma.

Lebih jauh kata Nurfatma, di masa pandemi Covid-19 ini, semua warga sangat diharapkan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan cara menggunakan masker dan mencuci tangan sehingga mampu memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tak lupa kami juga mengingatkan agar masyarakat yang berada di Awo rutin untuk mengunjungi Posbindu, minimal tiga bulan sekali, guna mengecek riwayat kesehatan sedini mungkin sehingga untuk kedepannya kita dapat mengatasi masalah (penyakit) yang kemungkinan muncul,” tutup Nurfatma. (Mutawakkir Saputra)

Editor: Ilma Amelia

Leave a Comment