Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, saat membuka turnamen domino didampingi oleh Dandim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan.
Mamasa, mandarnews.com – Dalam rangka memeringati dan memeriahkan Haro Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Open Tournament Domino Piala Panglima TNI digelar di halaman Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1428/Mamasa, Sulawesi Barat, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan ini dimulai pukul 14:30 sore dan dihadiri Bupati Mamasa, Komandan Kodim 1428/Mamasa, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mamasa, Kejaksaan Negeri Mamasa, Ketua Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Mamasa, dan peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengapresiasi TNI yang sungguh-sungguh membuka ruang bersama rakyat.
“Dalam bermain domino, kebersamaan tanpa memandang status sangat baik. Boleh berbeda namun duduk semeja yang sangat luar biasa, dan itu ada di pertandingan domino,” ujar Welem.
Menurut Welem, domino adalah permainan yang melibatkan semuanya, baik masyarakat maupun pejabat. Inilah yang diperlihatkan oleh TNI, yaitu hadir bersama rakyat yang disimbolkan dalam permainan domino.
Welem pun mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan bersama TNI sehingga kolaborasi kebersamaan dan gotong royong semakin terasa.
Dandim 1428/Mamasa, Letkol Arh Edwin Hermawan, menjelaskan bahwa turnen domino ini bukan sekadar ajang perlombaan tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan persaudaraan dan sportivitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 TNI ini, turnamen domino dilaksanakan di semua kodim secara serempak, “tutur Letkol Arh Edwin.
Selain pertandingan domino, beberapa kegiatan lain telah dilakukan seperti bakti sosial, cek kesehatan, pengobatan gratis, pembersihan lingkungan seperti sampah yang ada di sungai, pembangunan jembatan, dan pembuatan sumur bor untuk air bersih masyarakat.
“Kegiatan terakhir adalah domino. Mengapa domino? Karena domino merupakan kegiatan yang bisa dekat dengan rakyat, menyatu dengan rakyat, dan merupakan olahraga rakyat yang bisa memfasilitasi, baik antara TNI maupun pemerintah daerah bisa berdiskusi atau duduk bersama dengan rakyat. Hal inilah yang melatarbelakangi sehingga kita memilih permainan domino,” imbuh Letkol Arh Edwin.
Turnamen domino juga bisa menjadi wadah untuk mengembangkan bakat dan kemampuan, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat silaturahmi.
“Dari meja pertandingan inilah kita membangun persaudaraan dan bersama-sama menciptakan prestasi,” tutup Letkol Arh Edwin. (Yoris)
Editor: Ilma Amelia
