Skip to content
26/10/2026
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
MANDARNEWS.COM

MANDARNEWS.COM

Mengedepankan Nalar Dengan Akal & Realitas

pasang iklanmu di sini
Primary Menu
  • HOME
  • sulbar
  • Lintas Daerah
  • Edukasi + Sains
  • Teknologi
  • Sport
  • Health
  • Life Style
  • advertorial
  • International
  • Sahabat MN
Live
  • Home
  • News
  • Sosial Ekobis
  • Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?
  • Sosial Ekobis

Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

Mandar News 26/10/2026 5 minutes read

Share this:

  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook
  • Share on Telegram (Opens in new window) Telegram
  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
codeimg-593

Jakarta, 26 Oktober 2026 — Pasar kripto memasuki pekan terakhir Oktober dengan volatilitas yang masih tinggi. Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$80.000 pada Senin (26/10), setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pelaku pasar kini mencermati keputusan suku bunga The Fed, data inflasi Amerika Serikat, serta perubahan arus dana produk investasi aset digital untuk melihat peluang pergerakan harga selanjutnya.

Berdasarkan data historis FLOQ, Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US$79.397–US$80.354 pada 26 Oktober. Posisi tersebut menunjukkan bahwa BTC masih menghadapi tekanan di sekitar level psikologis US$80.000, yang sebelumnya menjadi salah satu area penting dalam analisis teknikal pasar.

Meski demikian, pergerakan Bitcoin pekan ini belum mengarah pada satu skenario yang pasti. Kemampuan harga bertahan di atas US$80.000 dapat membuka peluang konsolidasi dan pengujian resistance berikutnya. Sebaliknya, penutupan harian di bawah level tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi lebih lanjut.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai bahwa pekan ini menjadi periode penting bagi pelaku pasar dalam melakukan trading crypto. Mereka wajib mencermati hubungan antara perkembangan makroekonomi global dan respons aset kripto.

“Pasar kripto pekan ini berpotensi bergerak dinamis seiring investor menunggu sejumlah katalis penting, terutama keputusan The Fed dan data inflasi Amerika Serikat. Bagi pelaku pasar, yang perlu diperhatikan bukan hanya arah pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi juga bagaimana pasar merespons perkembangan tersebut dan apakah responsnya didukung oleh arus dana serta volume perdagangan yang konsisten,” kata Yudho.

Keputusan The Fed dan Data Inflasi Jadi Katalis Utama

Salah satu perhatian utama pasar pekan ini adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober waktu Amerika Serikat. Keputusan suku bunga dijadwalkan diumumkan pada 28 Oktober, sekitar pukul 01.00 WIB pada 29 Oktober, disusul konferensi pers Ketua The Fed.

Ekspektasi pasar menjelang pertemuan tersebut cenderung mengarah pada penahanan suku bunga. Namun, perhatian investor juga tertuju pada sinyal kebijakan moneter untuk Desember, terutama setelah data inflasi sebelumnya menunjukkan tekanan harga yang masih perlu dicermati.

Menurut Yudho, pasar secara umum memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Meski demikian, perkembangan inflasi dan komunikasi bank sentral dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap keputusan berikutnya.

Selain FOMC, pasar akan mencermati rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) September dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal III pada 29 Oktober. PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed dalam menilai perkembangan harga.

Jika data inflasi kembali menunjukkan tekanan yang kuat, ekspektasi kebijakan moneter ketat dapat meningkat dan berpotensi membebani aset berisiko, termasuk kripto. Sebaliknya, data yang meredakan kekhawatiran inflasi berpotensi mendukung sentimen pasar, meskipun tidak otomatis menjamin kenaikan harga.

Yudho menambahkan, “Investor perlu melihat keputusan suku bunga, data inflasi, dan respons pasar sebagai satu rangkaian informasi. Ekspektasi sebelum pengumuman bisa berbeda dari reaksi setelah hasilnya keluar. Karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa skenario dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator.”

Bitcoin Berpeluang Menguji US$84.000

Dari sisi teknikal, area US$80.000 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini. Selama harga mampu bertahan di atasnya, peluang konsolidasi dan pemulihan menuju resistance terdekat masih terbuka.

Dalam skenario positif, Bitcoin berpotensi menguji area US$84.000. Jika momentum penguatan berlanjut dan tekanan jual mereda, area US$87.000 dapat menjadi resistance berikutnya yang perlu dicermati.

Sebaliknya, apabila BTC mencatatkan penutupan harian di bawah US$80.000, area US$77.400–US$76.200 dapat menjadi acuan teknikal untuk mengevaluasi risiko penurunan lanjutan.

Level-level tersebut merupakan acuan analisis teknikal, bukan target harga yang pasti tercapai. Perkembangan sentimen makroekonomi, likuiditas, dan aktivitas perdagangan dapat mengubah skenario tersebut.

Arus Dana ETF Menunjukkan Pasar Belum Sepenuhnya Stabil

Selain faktor makroekonomi, arus dana ETF Bitcoin dan Ethereum menjadi indikator lain yang patut dicermati.

Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat arus dana keluar bersih sekitar US$137,9 juta pada 23 Oktober. Namun, secara kumulatif selama periode 19–23 Oktober, arus dana ETF Bitcoin masih positif sekitar US$301,2 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus dana investor belum bergerak secara konsisten dalam satu arah. Setelah mencatat arus masuk pada sejumlah sesi, pasar kembali menghadapi tekanan penarikan dana menjelang akhir pekan perdagangan.

Sementara itu, ETF Ethereum masih menghadapi tekanan arus dana keluar. Perbedaan dinamika antara kedua aset tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pasar kripto belum tentu berlangsung merata.

Pelaku pasar perlu mengamati apakah arus dana ETF Bitcoin dapat kembali menguat dan apakah tekanan pada ETF Ethereum mulai mereda. Data arus dana tetap perlu dibaca bersama pergerakan harga dan volume perdagangan, bukan sebagai indikator tunggal untuk menentukan arah pasar.

Sentimen Global dan Harga Minyak Menambah Ketidakpastian

Perkembangan geopolitik dan pasar energi juga berpotensi memengaruhi sentimen aset berisiko. Dalam laporan pasar global pada 26 Oktober, Reuters mencatat harga minyak Brent berada di sekitar US$114,50 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,97%.

Pergerakan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, sedangkan perubahan imbal hasil obligasi dan dolar AS dapat memengaruhi daya tarik relatif aset berisiko. Meski demikian, hubungan tersebut tidak bersifat langsung dan pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi faktor khusus pasar kripto.

Di Indonesia, pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan sentimen pasar domestik setelah usulan MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia memicu perhatian investor. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari konteks risiko pasar yang lebih luas, meskipun dampaknya terhadap aset kripto tidak dapat diasumsikan secara langsung.

Peluang Pasar Tetap Ada, Pengelolaan Risiko Jadi Perhatian

Memasuki pekan terakhir Oktober, pasar kripto menghadapi dua kemungkinan utama. Apabila Bitcoin mampu mempertahankan area US$80.000, sementara keputusan The Fed dan data inflasi tidak memicu tekanan baru, peluang konsolidasi hingga pengujian resistance tetap terbuka.

Namun, jika tekanan jual meningkat, Bitcoin kehilangan support penting, atau data makroekonomi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, risiko koreksi masih perlu diperhitungkan.

“Di tengah kondisi seperti ini, disiplin dalam mengelola risiko menjadi sama pentingnya dengan membaca peluang pasar. Investor sebaiknya memahami volatilitas aset kripto, menentukan batas risiko sesuai profil masing-masing, dan tidak menjadikan satu pergerakan harga sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan,” tutup Yudho.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mandar News

See author's posts

Like this:

Like Loading...

Post navigation

Previous: BRI Majene Sosialisasikan Tabungan Anak di Sekolah Dasar, Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini
Next: Faculty of Engineering BINUS University Bekerjasama dengan Tongji University untuk Pengembangan Akademik dan Kerjasama Riset

Related Stories

codeimg-601
  • Sosial Ekobis

Adapundi Ajak UMKM Solo Bijak Memanfaatkan Pinjaman Daring Melalui Literasi Keuangan

Mandar News 26/10/2026
codeimg-600
  • Sosial Ekobis

STRAWBERRY ST100: Ponsel Keypad 4G yang Bisa Akses YouTube dan TikTok

Mandar News 26/10/2026
codeimg-599
  • Sosial Ekobis

Kualitas Pembiayaan Terjaga, NPF BRI Finance di Bawah Rata-Rata Industri

Mandar News 26/10/2026
Pengganti Iklan Kosong
IKLAN
IKLAN

OBITUARI

Dinas Perumahan Rakyat Mateng

Awo (50) Bangkit (59) Bawaslu Majene (58) Berita Majene (49) Berita Mamasa (68) Berita Mandar (83) Bupati Majene (40) corona (76) covid 19 (247) DPRD Majene (40) gempa sulbar (48) Indonesia (56) Kebakaran (47) Kodim 1401 majene (111) KPU Majene (104) KPU Mamasa (45) KSP (260) lawan Covid-19 (93) Longsor (43) Mahasiswa (40) majene (1391) Malunda (50) mamasa (451) mamuju (253) mandar (224) Mari Vaksin (61) Moeldoko (79) pemilu (44) Pemilu 2019 (71) Pemilu 2024 (46) pemkab majene (115) pemprov sulbar (63) polda sulbar (130) polewali mandar (53) polman (272) polres majene (367) polres mamasa (62) Presiden (40) Sendana (58) Sosialisasi (52) sulawesi barat (92) sulbar (1411) TMMD (56) Unsulbar (70) Vaksin (41)

  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • facebook
  • twitter
  • instagram.com
  • youtube
  • whatsapp
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.
 

Loading Comments...
 

    %d