Kesehatan

Pemberian Vaksin Terhadap Lansia di Majene Masih Minim, Dinkes Minta Dorongan Masyarakat

Kepala IFK Dinas Kesehatan Majene, Nur Ekawati, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/5/2021). 

Majene, mandarnews.com – Proses penyuntikan vaksin ke dalam tubuh (Vaksinasi) pencegahan penularan Covid-19 di Kabupaten Majene terus digenjot.

Menurut Kepala Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Majene, Nur Ekawati, saat ini pemberian vaksin sudah memasuki target pelayan publik seperti aparatur sipil negera (ASN), tenaga pendidik, pelaku pasar serta dan lanjut usia (Lansia).

“Lansia menjadi target prioritas pemberian vaksin oleh Pemerintah karena pengalaman kemarin, kebanyakan yang terpapar Covid-19 adalah lansia dan gejalanya langsung dirasakan,” jelas Eka, Kamis (27/5) di ruang kerjanya.

Meski menjadi target prioritas, namun kata Ekawati persentase pemberian vaksin terhadap lansia masih di angka 1 (satu) persen.

“Total target lansia yang akan divaksin sebanyak 11.218 orang sementara yang sudah divaksin baru 155 orang, capaian baru 1 persen sehingga masih sangat minim,” tambah Ekawati.

Bahkan menurut Eka, kebanyakan lansia yang divaksin adalah calon jemaah haji sebanyak 101 orang, sementara lansia umum baru 54 orang.

“Salah satu penghambat masih kurangnya capaian pemberian vaksin terhadap lansia karena kurangnya sosialisasi dan edukasi. Sementara vaksinator tidak punya banyak waktu jika harus melakukan vaksinasi dan juga pemberian edukasi di lapangan,” ujar Eka.

Eka berharap, agar masyarakat dapat mendorong dan membantu menyukseskan pelaksanaan vaksinasi utamanya target lansia yang jalan saat ini. Juga diharapkan, masyarakat dapat mengarahkan keluarganya ke fasilitas terdekat dengan protokol kesehatan serta kartu identitas.

“Jadi tidak ada jadwal tetap, intinya saat ini siapa saja yang termasuk pelayan publik, pedagang, lansia atau seseorang yang berumur 59 tahun itu bisa langsung ke Puskesmas untuk mengikuti vaksin. Insya Allah Puskesmas akan langsung melayani selama membawa kartu identitas masing – masing seperti hal kartu tanda penduduk,” tegas Eka.
(Mutawakkir Saputra)

Leave a Comment