Para pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 Sulbar berfoto selebrasi bersama.
Qris Jelajah Kuliner Indonesia 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia lewat 46 Kantor Perwakilan, salah satunya Kantor perwakilan Sulawesi Barat telah menetapkan pemenangnya. Tepatnya Jumat 31 Juli 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Barat, sebanyak 15 orang finalis di undang menghadiri pengumuman tersebut.
Qris jelajah Kuliner ini diselenggarakan untuk mengajak generasi muda Indonesia menjadi bagian penting percepatan digitalisasi sistem pembayaran di berbagai daerah sekaligus eksplorasi dan promosi cinta rasa kuliner Nusantara. Dengan mengusung Tema Jelajah Kuliner Bayar Praktis dengan Qris.
Jelajah Kuliner Indonesia ini sebelumnya membuka pendaftaran peserta pada Mei-Juni 2026. Penyelenggara meminta peserta memilih Kantor perwakilan wilayah dalam Negeri yang akan menjadi tempat untuk berkompetisi. Di Sulawesi Barat, ratusan anak muda mendaftar untuk mengikuti kompetisi ini. Mereka tercatat berasal dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, pelajar SMA/SMK, Guru, videografer, konten kreator, dls.
Para peserta berkompetisi dalam tim menyelesaikan 3 misi penting yakni kampanye digitalisasi sistem pembayaran, eksplorasi dan promosi kuliner lokal, pembuatan konten digital kreatif yang mengangkat budaya dan keunikan kuliner Nusantara.
Partisipasi dalam Qris Jelajah Kuliner Indonesia 2026 merupakan wujud kontribusi anak bangsa dalam mengakselerasi digitalisasi sektor Usaha Mikro Kecil dan UMKM sebagai bagian penting dari program ekonomi kerakyatan yang digariskan oleh Presiden Republik Indonesia.
Setelah melewati rangkaian tugas yang diberikan hasil Kompetisi Jelajah Kuliner untuk wilayah Sulawesi Barat memunculkan 3 nama Tim yakni : Tim Kasippi (juara 1), Juara dua Tim Jepa dan Juara Tiga Tim Baje. Tim Kasippi digawangi oleh Ahmad Zhet, Arqam Al Muhammad, dan Andi Aisyah Rahmatillah. Tim Jepa digawangi oleh M. Yasin, Syahrul dan Cici Kirana, sedangkan Tim Baje digawangi oleh Muhammad Ibrahim Rais, Nur Aisya dan Nursipatima.
Tim yang juara 1 , 2, dan tiga memperoleh hadiah berupa uang dan piagam penghargaan.
Bagi yang Juara Pertama akan melaju berkompetisi di tingkat Wilayah SULAMPUA, yakni gabungan wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Menurut Cici Kirana, sebagai salah satu anggota Tim yang meraih juara dua, ia sangat bersyukur bisa bergabung dalam Kompetisi ini, karena selain bisa mempromosikan salah satu program pemerintah untuk pembayaran digitalisasi dengan Qris, dia juga bisa berkenalan dengan tim-tim lainnya yang penuh kreatifitas dan gagasan dalam memperkenalkan budaya Nusantara lewat kuliner. Mahasiswi yang sedang mendalami ilmu Kedokteran di Unhas ini bersyukur bisa mengenal lebih dalam kuliner lokal di daerahnya sendiri setelah mengikuti ajang kompetisi bersama Qris. Ke depan ia berharap akan muncul talenta-talenta baru yang mencintai kekayaan kuliner Indonesia dan bangga dengan produk-produk karya anak bangsa.
Apa itu QRIS ?
QRIS, singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, dikembangkan oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk menyatukan berbagai kode QR yang sebelumnya dimiliki oleh penyedia layanan pembayaran digital seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dan LinkAja
Dengan QRIS, satu kode QR dapat digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran, sehingga konsumen dan pelaku usaha tidak perlu menyesuaikan aplikasi dengan kode QR tertentu.
Cara Kerja QRIS
- Pengguna membuka aplikasi e-wallet atau mobile banking yang sudah terintegrasi dengan QRIS.
- Memindai QR Code yang disediakan oleh merchant.
- Memasukkan nominal pembayaran (jika diperlukan) dan mengonfirmasi transaksi.
- Pembayaran tercatat secara real-time, dan dana diambil dari akun digital pengguna
QRIS memiliki beberapa model transaksi, termasuk QRIS Static, QRIS Dynamic, dan QRIS Tampil yang digunakan pada mesin EDC atau kasir digital
Manfaat QRIS
Kemudahan penggunaan: Cukup satu kode QR untuk berbagai aplikasi pembayaran.
Universal: Mendukung semua penyedia layanan pembayaran yang terdaftar.
Efisiensi bisnis: Transaksi otomatis tercatat, mengurangi risiko kesalahan dan uang palsu.
Inklusi keuangan: Membantu UMKM dan pelaku usaha kecil mengakses sistem pembayaran digital tanpa perangkat mahal.
Biaya kompetitif: Merchant dikenakan biaya MDR yang terjangkau dibanding metode lain
Fungsi Strategis
QRIS tidak hanya mempermudah pembayaran, tetapi juga menjadi gerbang masuk ke ekosistem digital bagi UMKM, mendukung ekonomi digital nasional, dan membuka peluang untuk layanan keuangan digital lainnya, termasuk pembiayaan dan investasi.
Selain itu, QRIS juga mendukung pembayaran lintas negara melalui QRIS Cross-Border dengan penggunaan mata uang lokal untuk menjaga stabilitas makroekonomi
Dengan penerapan QRIS, transaksi digital di Indonesia menjadi lebih sederhana, aman, dan terintegrasi, sehingga mendorong transformasi digital dan inklusi keuangan secara luas. (ninab)
