
Terowongan Nanjung dibangun pada November 2017 dan selesai pada Desember 2019 yang terdiri dari 2 tunnel dengan panjang masing-masing 230 meter dan lebar masing-masing 8 meter.
Bertindak selaku kontraktor adalah PT Wijaya Karya – PT. Adhi Karya (KSO) dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 317 miliar.
Selain Terowongan Nanjung, Kementerian PUPR memiliki program penanganan banjir Cekungan Bandung, yaitu pembangunan Embung Gedebage, pembangunan Kolam Retensi Cieunteung, dan Floodway Cisangkuy.
Pembangunan Embung Gedebage yang dikerjakan sejak Juli 2017 hingga Desember 2018 tersebut dibangun dengan lahan seluas 7,7 ha dan memiliki volume tampung sebesar 270.000 m3 dengan lebar bendung 148 meter dan panjang kantong lumpur 3 meter.
Bendung yang berlokasi di Kecamatan Gedebage Kota Bandung tersebut dibangun dengan nilai kontrak Rp. 85 miliar dengan kontraktor PT. Hidup Indah Permai serta konsultan supervisi PT. Geodinamika Konsultan.
Manfaat dari pembangunan Embung Gedebage yaitu sebagai tampungan air untuk musim kemarau, penguatan kemampuan pengendalian banjir (13 desa, 332 KK, 32 hektar mengurangi banjir), untuk menambah estetika pada masjid Al-Jabar, serta sebagai sarana rekreasi wisata.
Lalu, terdapat pembangunan Kolam Retensi Cieunteung yang memiliki luas tampungan 4,75 ha dengan volume tampung 190.000 m3 dan memiliki manfaat mengurangi genangan pada area 39 hektar. Dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya – Barata Joint Operation dengan anggaran Rp. 203 miliar. (rilis Kemen PUPR)
Editor: Ilma Amelia