Karhutla di Desa Rantetangga, Kecamatan Tawalian, yang akhirnya berhasil dipadamkan.
Mamasa, mandarnews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Dusun Rantedambu, Desa Rantetangga, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Senin malam (7/9/2026).
Api yang pertama kali terlihat menyala pukul 19.00 WITA tersebut padam sekitar pukul 22.50 WITA setelah melalui upaya pemadaman intensif oleh petugas gabungan.
Kasi Humas Polres Mamasa, Iptu Andi Panaungi, menjelaskan bahwa proses pemadaman melibatkan sinergi kuat antara personel Polres Mamasa, Kodim 1428 Mamasa, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamasa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat dan perangkat desa.
Tim Damkar fokus melakukan penyemprotan air pada area kritis yang berbatasan dengan permukiman warga untuk mencegah api merembet ke rumah penduduk.
“Hingga saat ini, api sudah dapat dikuasai sepenuhnya. Fokus kami sekarang adalah memastikan tidak ada titik api baru yang muncul dan menjaga agar sisa bara tidak kembali menyala,” ujar Iptu Andi Panaungi dalam rilis yang diterima redaksi.
Berdasarkan pendataan awal di lokasi kejadian, total lahan yang hangus terbakar mencapai kurang lebih 3 hektare.
Lahan tersebut merupakan milik dua warga setempat, yaitu Ratmo Seaklangi (kepala dusun) dengan luas lahan sekitar 2 hektar dan Dominggus (aparat desa) dengan luas lahan sekitar 1 hektar.
Jenis vegetasi yang terbakar didominasi oleh tanaman non-produktif seperti pakis dan pohon pinus. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Menyikapi seriusnya kejadian ini, Kapolres Mamasa, AKBP Ariantony Utama Bangalino, langsung memerintahkan tiga perwira utamanya untuk turun ke lokasi guna memantau perkembangan situasi.
Ketiga perwira tersebut yakni Kasi Humas, Iptu Andi Panaungi; Kasat Intelkam, Iptu Jerson; dan Kasat Tahti, Iptu Junaedi.
Kehadiran para pimpinan satuan ini bertujuan untuk mengoordinasikan langkah-langkah lanjutan, baik dalam hal pemadaman total maupun investigasi penyebab kebakaran.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Berdasarkan keterangan saksi mata, Putri, sebelum kobaran api muncul, ia mendengar suara sepeda motor dan melihat seseorang mengendarai sepeda motor meninggalkan lokasi menuju arah Tawalian.
Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia. Faktor pendukung berupa kondisi vegetasi yang kering dan embusan angin kencang juga diduga mempercepat penyebaran api.
“Penyebab pasti masih belum bisa dikonfirmasi 100 persen. Kami akan terus mendalami keterangan saksi, memeriksa titik awal api, dan kemungkinan adanya aktivitas lain di sekitar lokasi sebelum kebakaran terjadi,” tambah IPTU Andi Panaungi.
Masyarakat di sekitar lokasi pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda asap atau api baru. (rls)
Editor: Ilma Amelia
